The Determinants of Housing and Job Location Decision in Jakarta And Surrounding Areas: Discrete Choice Models
Lukluk Fazriyah K, Associate Professor Daisaku Goto
2014 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanFaktor-faktor Penentu Pengambilan Keputusan Lokasi Tempat Tinggal Dan Tempat Bekerja di Jakarta dan Daerah Sekitarnya: Model Pilihan Diskrit Lukluk Fazriyah Kurniyati (1), Daisaku Goto(2) 1. Magister Ekonomi Pembangunan Universitas Gadjah Mada 2. Graduate School for International Development and Cooperation Hiroshima University Meningkatnya jumlah penglaju di Jakarta membuat kemacetan yang lebih parah dan meningkatkan waktu tempuh perjalanan. Jadi, penglaju harus mempertimbangkan antara biaya perumahan lebih rendah dengan waktu tempuh perjalanan yang lebih tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki kontribusi dari berbagai faktor lokasi dan karakteristik rumah tangga yang mempengaruhi keputusan masing-masing rumah tangga di mana akan tinggal dan di mana akan bekerja dan untuk menganalisis pengaruh dari setiap pilihan pada pendapatan rumah tangga dan pengeluaran. Menggunakan data dari survei rumah tangga dengan 400 responden dari 7 wilayah sasaran di Jakarta dan sekitarnya, studi ini menggunakan pendekatan multinomial logit dan pendekatan kecenderungan pencocokan skor. Hasil dari regresi model multinomial logit menunjukkan bahwa keputusan bersama perumahan dan lokasi kerja di Jakarta dan daerah sekitarnya secara positif dipengaruhi oleh upah terutama di daerah metropolitan. Tapi biaya perumahan memiliki implikasi yang berbeda bagi warga metropolitan dan non-metropolitan. Meningkatkan waktu tempuh perjalanan selalu mengurangi insentif untuk bepergian. Hasil model skor kecenderungan yang sesuai menunjukkan bahwa tingkat pendidikan menjadi variabel kunci yang menentukan baik pilihan lokasi kerja maupun lokasi perumahan. Keputusan untuk bekerja di daerah metropolitan memiliki dampak positif terhadap pendapatan. Ini berarti bahwa penglaju bisa mendapatkan manfaat dari biaya perumahan lebih rendah tetapi harus mempertimbangkan waktu tempuh perjalanan yang lebih tinggi. Setiap perbaikan sistem transportasi yang mengurangi waktu tempuh perjalanan akan menggeser penduduk ke daerah nonmetropolitan. Kesempatan kerja bagi orang-orang berpendidikan tinggi harus lebih banyak dibuka di daerah-daerah luar Jakarta untuk mengurangi kecenderungan orang untuk bermigrasi ke Jakarta.
The Determinants of Housing and Job Location Decision in Jakarta And Surrounding Areas: Discrete Choice Models Lukluk Fazriyah Kurniyati (1), Daisaku Goto (2) 1. Graduate Program in Development Economics Universitas Gadjah Mada 2. Graduate School for International Development and Cooperation Hiroshima University The increasing number of commuters in Jakarta makes travel congestion more severe and this increases commuting time. So, commuters have to consider between lower housing costs with higher commuting time. The purpose of this research is to investigate the contribution of various locational factors and household characteristics affecting each household’s decision of where to live and where to work and to analyze the effect of each choice on the household’s income and expenditure. Using data from a household survey with 400 respondents from 7 target areas of Jakarta and surrounding areas, this study employs a multinomial logit and propensity score matching approach. Multinomial logit model results show that the joint decision of housing and job location in Jakarta and surrounding area is positively affected by wage especially in metropolitan area. But housing costs have different implications for metropolitan and non-metropolitan residents. Increasing commuting time always reduces the incentives to commute. Propensity score matching model results indicate that education level becomes a key variable that determine both job location and residential location choice. Decision to work in metropolitan area has a positive impact on income. It means that commuters can get benefit from lower housing cost but have to tradeoff with higher commuting time. Any improvement on transportation system that reducing commuting time will shift population to the non-metropolitan area. Job opportunities for highly educated people have to be preferred in areas outside of Jakarta to reduce people to migrate to Jakarta.
Kata Kunci : housing location, job location, multinomial logit, propensity score matching, discrete choice