Organization-Public Relationships di Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Studi Evaluatif tentang Relasi antara Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Radio-radio Mitra Periode 2008 s.d. 2014)
Mariana Susanti, Dr. Phil. Ana Nadhya Abrar, M.E.S.; Drs. I Gusti Ngurah Putra, M.A.
2014 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Ilmu KomunikasiEsensi public relations (PR) telah diredefinisi sejak lahirnya paradigma manajemen relasi pada sekitar tahun 1980-an. PR tidak hanya bertugas di bidang teknis yang berkaitan dengan citra, brand, atau identitas organisasi. Nilai PR akan bertambah jika berhasil menciptakan, memelihara, dan mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan antara organisasi dan publik-publik kunci. Secara khusus, para ilmuwan PR menegaskan bahwa penelitian-penelitian mengenai PR sebaiknya fokus pada evaluasi relasi secara menyeluruh. Program kemitraan penyiaran konten audio pendidikan yang dilakukan Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan (BPMRP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun 2008 menjadi objek penelitian ini. Penelitian dilakukan untuk menjawab permasalahan: Bagaimana relasi antara BPMRP dengan radio-radio mitra sebagai publik eksternalnya? Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi relasi antara instansi pemerintah dan publik eksternal menggunakan pendekatan koorientasi. Kerangka teoritis yang dipakai adalah teori-teori organization-public relationships (OPR). Metode yang digunakan adalah mixed methods. Survei kuantitatif dilakukan untuk mengetahui perspektif langsung dan meta-perspektif instansi pemerintah dan publik eksternal berdasarkan dimensi kepercayaan, kepuasan, komitmen, mutualitas kendali, dan jaringan personal. Perspektif langsung dan meta-perspektif instansi pemerintah dan publik eksternal dianalisa untuk mengetahui derajat kesepakatan, keakuratan, dan kongruensi dari relasi tersebut. Teknik wawancara digunakan untuk mengungkap anteseden dan konsekuensi dari relasi sehingga kedinamisan relasi antara instansi pemerintah dan publik eksternal dapat terlihat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi kepercayaan, kepuasan, dan komitmen merupakan ukuran relasional yang global. Perspektif langsung dan meta-perspektif instansi pemerintah dan publik eksternal menempatkan dimensi kepercayaan, kepuasan, dan komitmen di urutan atas; sedangkan dimensi mutualitas kendali dan jaringan personal berada di urutan bawah. Relasi disebabkan karena ada kebutuhan dan kelangkaan sumber daya dari kedua belah pihak. Motif sosial dan ekonomi melatarbelakangi terciptanya relasi antara instansi pemerintah dan publik eksternal. Meskipun tipe koorientasi menunjukkan adanya ketidaksepakatan antara instansi pemerintah dan publik eksternal dalam dimensi kepuasan, komitmen, dan mutualitas kendali, namun kedua pihak berupaya memelihara relasi dengan bersedia melakukan perubahan ke arah positif untuk kemajuan masing-masing.
The essence of public relations (PR) has been redefined since the birth of the relationship management paradigm on a circa 1980s. PR is not only served in technical fields that are associated with the image, brand, or organization's identity but PR value will be incremented if managed to create, maintain, and develop mutually beneficial relationships between an organization and its key publics. Specifically, the PR scientists confirmed that research about PR should focus on the evaluation of the overall relationship. The partnership program of education audio content broadcasting conducted by Development Unit of Educational Radio Media (Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan - BPMRP) of the Ministry of Education and Culture since 2008 became the object of this research. This study is carried out to answer the problem: How is the relationship between BPMRP with radio partners as its external public? This study aims to evaluate the relationship between a government agency and its external public by using co-orientation approach. The theoretical framework used is the theories of organization-public relationships (OPR). The method used is a mixed methods. Quantitative survey was conducted to find out the direct perspective and meta-perspective of a government agency and external public based on dimensions of trust, satisfaction, commitment, control mutuality, and personal network. The direct perspective and meta-perspective of a government agency and public external were analyzed to determine the degree of agreement, accuracy and congruency of the relation. Interview techniques used to uncover the antecedent and consequence of the relationship so that the dynamics partnership between the government agency and external public can be seen. The results showed that the dimensions of trust, satisfaction, and commitment are a measure of global relational. Direct perspective and meta perspective of the government agency and external public place dimensions of trust, satisfaction, and commitment at the top; while the dimensions of control mutuality and personal network are in the below order. The antecedents of relationship are the scarcity of resources and needs of both parties. The motif of economic and social aspects influenced the creation of the partnership between the government agency and its external public. Although the co-orientation type shows that there is disagreement between the government agency and the external public based on the dimension of satisfaction, commitment, and control mutuality, but both parties strive to nurture relationships with willing to make changes to the positive direction for the progress of each.
Kata Kunci : organization-public relationships, pendekatan koorientasi, anteseden, konsekuensi, dimensi relasional/ organization-public relationships, co-orientation approach, the antecedent, the consequences, the relational dimension.