Laporkan Masalah

PEMANFAATAN ZAKAT PRODUKTIFDALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN MUSTAHIQ (Studi KasusProgram Warung Beres Dompet Dhuafa Yogyakarta)

Nia Zulinda, Prof. Dr. Syamsul Hadi, SU., MA.

2014 | Tesis | S2 Agama dan Lintas Budaya

Penelitian ini berangkat dari pemikiran semakin meningkatnya pemberdayaan masyarakat miskin melalui penyaluran zakat dalam bentuk zakat produktif. Zakat yang diberikan kepada mustahiq akan berperan sebagai pendukung peningkatan ekonomi mereka apabila dikonsumsikan pada kegiatan ekonomi produktif. Dompet Dhuafa sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional berupaya untuk ikut mensukseskan kesejahteraan pembangunan yang ada di Indonesia. Guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Dompet Dhuafa Yogyakarta memberikan program-program pemberdayaan zakat melaui peningkatan modal, suntikan modal yang dimulai dengan perintisan dan salah satunya melalui program warung beres (bersih, enak dan sehat). Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis ketepatan sasaran dalam pendistribusian dana zakat, (2) menganalisis pemberdayaan tingkat pendapatan mustahik sebelum dan sesudah meenerima zakat produktif, (3) menganalisis sejauh mana zakat produktif mampu mengubah dari miskin menjadi tidak miskin, (4) menganalisis peran pengelola dalam melakukan monitoring zakat produktif yang disalurkan. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari data primer. Data primer diperoleh secara langsung dari responden dengan menggunakan metode survey dengan tehnik kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan Uji Paired Sample Test. Pengolahan data menggunakan program SPSS 16.0 for Windows dan program Microsoft Excell 2007. Berdasarkan analisis secara deskriptif dan Uji Paired Sample Test bahwa pendistribusian dana zakat produktif berupa warung beres ini telah tepat sasaran, yang mana 25 dari 30 responden merupakan fakir miskin. terdapat peningkatan pendapatan yang mana sebelumnya rata-ratanya sebesar Rp. 572.000,- menjadi sebesar Rp. 1.020.000,-. Dilihat dari pendapatan sebelum dan sesudah zakat produktif dari DD bisa merubah dari yang miskin menjadi tidak miskin, ini dilihat dari sebelum mendapatkan zakat rata-rata mereka miskin yaitu sebanyak 24 responden dan setelah mendapatkan bantuan rata-rata pendapatan mereka meningkat. Petugas DD melakukan pendampingan 1 kali dalam 1 bulan, akan tetapi para mustahiq mengharapkan adanya pendampingan sekurang-kurangnya 2 kali dalam 1 bulan, hal ini bertujuan agar para peserta program termotivasi lagi dalam bekerja.

This research came from the thoughts of the more increasingly poor society empowerment through tithe distribution in productive tithe form. The tithe that has been give to the receiver (mustahiq) is going to have a role as supporting of their economic raising if it consumed to productive economic activity. Dompet Dhuafa as National Tithe Institute is making a serious effort to take a part of Indonesia prosperity building succession. In order to increase the prosperity of society, Dompet Dhuafa Yogyakarta gives empowerment tithe programs through the rise of financial capital, it begins by one of its pioneer that called ‘warung beres (bersih, enak, sehat)’ program. This research heads for (1) analyzing target’s accuracy in tithe fund distribution, (2) analyzing the empowerment of receiver (mustahik) income level before and after receiving productive tithe, (3) analyzing how far productive tithe is able to change poor to be not poor, (4) analyzing the role of organizer to do monitoring productive tithe that has been distributed. The data that used in this research are gained by primary data. These primary data gained directly from the respondents by using questioner technique of survey methods. These gained data are analyzed by using descriptive analysis and paired sample test. Data tabulation use SPSS program 16.0 for windows and Microsoft Excel 2007. Based on descriptive analysis and paired sample test that productive tithe fund distribution of this ‘warung beres’ is given to appropriate target, which is 25 of 30 respondents are truly the poor. There is income rise which are the average before from Rp. 572.000,- to Rp. 1.020.000,-. If it’s looked by their income before and after productive tithe from Dompet Dhuafa, it actually can turn the poor to be not poor, by seeing the average of the poor before they received the productive tithe which are 24 respondents and the average of their income rise after getting help. Dompet Dhuafa officers were also doing associate efforts twice in a month, it is purposed so that all program participants are being more motivated to work.

Kata Kunci : -


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.