Laporkan Masalah

DONGENG MENGGUNAKAN WAYANG KANCIL UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG PERILAKU PROSOSIAL ANAK USIA DINI

TRI WINARSIH, Dr. Wisjnu Martani, S.U.

2014 | Tesis | S2 Magister Profesi Psikologi

Perilaku prososial pada anak usia dini cenderung belum berkembang, sehingga dibutuhkan berbagai upaya untuk mengembangkannya. Dongeng menggunakan media Wayang Kancil merupakan salah satu kekayaan Bangsa Indonesia, diharapkan mampu menjadi media untuk menstimulasi perilaku prososial pada anak usia dini. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah dongeng dengan media Wayang Kancil mampu meningkatkan pengetahuan anak usia dini terhadap perilaku prososial. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen, yang melibatkan dua kelompok subjek dari dua TK sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Perlakuan berupa dongeng menggunakan media Wayang Kancil diberikan oleh pendongeng. Pengukuran pengetahuan tentang perilaku prososial pada subjek dilakukan baik sebelum dan sesudah pemberian perlakuan. Pengukuran dilakukan dengan memberikan stimulus cerita bergambar kepada subjek, selanjutnya jawaban subjek diberikan skor sesuai kriteria penilaian. Hasil analisis data menggunakan Mann-Whitney U Test menunjukkan adanya perbedaan skor pengetahuan tentang perilaku prososial yang sangat signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (Z=-3,137; p=0,002 (p<0,01)). Pengetahuan tentang perilaku prososial pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibanding kelompok kontrol.

The prosocial behavior of preschool children hasn’t developed, so it is much needed to conduct some ways to develop the prosocial behavior. Storytelling using Wayang Kancil is one of the wealth of Indonesia Nation. It is expected to be an interesting media that can stimulate prosocial behavior of preschool children. The purpose of this study is to find whether story telling using Wayang Kancil can enhance the understanding of prosocial behavior for preschool children. This study uses quasi-experimental method, which involves two subject groups from two Kindergartens as experimental and control group. The implementation of storytelling using Wayang Kancil is delivered by storyteller. The knowledge measurement of prosocial behavior for subject is well conducted before and after the treatment. The measurement is conducted by giving stimulus like pictorial story to the subjects. After that, the subject’s answer is given score depends on scoring criteria. The analysis data uses Mann-Whitney U Test that shows the significant difference in understanding prosocialattitude between experimental and control groups (Z=-3,137; p=0,002 (p<0,01)). The understanding of prosocial behavior in experimental group is higher than the control group.

Kata Kunci : pendidikan karakter, perilaku prososial, Wayang Kancil


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.