Laporkan Masalah

PEMODELAN POTENSI PENCEMARAN DAN DEGRADASI BTEX (BENZENE, TOLUENE, ETHYLBENZENE, XYLENE) DALAM AIR TANAH (STUDI KASUS: SPBU 44.552.10)

shofiati azizah, Dr. Eko Sugiharto

2014 | Tesis | S2 Ilmu Kimia

Telah dilakukan penelitian potensi pencemaran bahan bakar berupa senyawa BTEX pada SPBU 44.552.10. Pencemaran ini terjadi karena adanya kebocoran pada tangki penyimpanan BBM dalam tanah (Underground Storage Tank) sehingga mencemari air tanah pada tahun 1999. Pemodelan dilakukan menggunakan perangkat lunak REMFuel dengan 4 skenario penelitian yaitu skenario 1 menggunakan kondisi alami daerah penelitian, skenario 2 dilakukan variasi pada nilai konduktivitas hidraulika, skenario 3 dilakukan variasi kedalaman air tanah, dan pada skenario 4 dilakukan variasi nilai decay rate. Hasil pencemaran kemudian dibandingkan dengan kadar maksimum BTEX yang diperbolehkan dalam air tanah oleh WHO untuk mengetahui dampak pencemaran pada kesehatan manusia. Pada tahun ke 15 pencemaran benzena mencapai radius 1010 m, pencemaran toluena mencapai radius 30 m, pencemaran etilbenzena mencapai radius 0 m, dan pencemaran o-silena mencapai radius 3,5 m. Potensi pencemaran BTEX berbanding lurus dengan waktu, pada tahun ke 20 pencemaran benzena mencapai radius 1330 m, pencemaran toluena mencapai radius 45 m, pencemaran etilbenzena mencapai radius 0 m, pencemaran o-silena mencapai radius 5 m. Variasi yang dilakukan pada beberapa parameter menunjukkan bahwa konduktivitas hidraulika dan decay rate mempengaruhi potensi pencemaran.

A study in potential contamination of BTEX pollutants in gas stations 44.552.10 has been studied. Ground water contamination was caused by leaking of underground storage tanks in 1999. Modelling of BTEX contamination was studied using REMFuel software with 4 scenarios or variables. These variables are natural parameters of research areas, hydraulic conductivity, depth of ground water, and decay rate. Human health hazard potential was studied by accomplishment assessment of BTEX concentration in ground water with BTEX maximum standard by WHO. After 15 th year, contamination of benzene, toluene, ethylbenzene, and o-xylene are 1010, 30, 0, and 3.5 m, respectively. BTEX contamination potential is directly proportional to the time, after 20 th year, contamination of benzene, toluene, ethylbenzene, and o-xylene are 1330, 45, 0, 5 m, respectively. Modelling result showed that hydraulic conductivity and decay rate have affected potential contamination.

Kata Kunci : Air Tanah, Pemodelan, BTEX


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.