Kode dan alih kode anak usia 5 tahun :: Studi kasus
WIDODO, Yulius Harry, Prof.Dr. Soepomo Poedjosoedarmo
2001 | Tesis | S2 LinguistikAlih kode merupakan salah satu gejala bahasa yang terjadi dalam masyarakat tutur bilingual. Anak sebagai bagian dari suatu masyarakat tutur mempunyai keunikan dalam berbahasa. . Penelitian ini adalah penelian studi kasus anak berusia lima tahun dan bersifat deskriptif kualitatif. Data kebahasaan diperoleh secara natural dengan memperhatikan konteks tutur. Data dicatat dan direkam, ditranskripsikan secara fonemis, diklasifikan dan dianalisis untuk mengetahui konsistensi kode yang digunakan. Hasil analisis menunjukkan terjadinya fenomena alih kode. Subjek cenderung menggunakan kode yang berwujud bahasa Indonesia ketika bertutur dengan orangtua dan menggunakan kode bahasa Jawa ketika bertutur dengan teman sebaya. Kode yang digunakan cenderung mempakan penyesuaian kode yang digu nakan lawan tutur. Subjek sudah mengenal dua kode bahasa Indonesia dan bahasa Jawa namun belum secara pilah. Pemahaman dan pernilahan kode yang belum baik menyebabkan subjek bercampur kode. Subjek belum mengerti dengan baik mi masingmasing kode. Kode bahasa yang dikuasai berwujud ragam informal
Code switching is one of language phenomena found in a bilingual speech community. Children as members of a speech community have a unique language system. The way they communicate lo other people is interesting to observe. This case study is descriptive and qualitative in nature. The research subject is a five-years-old boy called Dhany. Linguistic data are observed naturally in his daily conversation by notifying the speech contexts. The data are recorded and Written, transcribed phonemically classified according to the participants, and analyzed to find the code choice and the code switching phenomena. The findings indicate that the subject at this stage has begun to mix the code and even to switch the code. He tends to speak Indonesian to his parents and speak Javanese to his peers. He also tends to accommodate the addressee’s code. He is accustomed to Indonesian and Javanese languages but is not able to understand well the function of each code. The incomplete understanding of these functions make him easy to mix and to switch the codes. The language codes he understands is the casual style of both Indonesian and Javanese.
Kata Kunci : Bahasa,Alih Kode,Anak 5 Tahun