DISSOLVED GAS ANALYISIS (DGA) PADA MINYAK JAGUNG DAN MINYAK KELAPA SEBAGAI MINYAK TRAFO ALTERNATIF
Guido Dias Kalandro, Prof. Dr. Ir. T. Haryono, M.Sc.; Dr.Eng. Suharyanto, S.T., M.Eng.
2014 | Tesis | S2 Teknik ElektroTransformator adalah salah satu peralatan penting dalam sistem tenaga listrik yang berfungsi sebagai pengubah tegangan. Transformator sendiri, sering mengalami kegagalan (failure) baik kegagalan termal ataupun kegagalan elektris. Sebagai bentuk pencegahan kegagalan maka transformator daya memerlukan pengujian isolator yang terdiri atas isolator padat dan isolator cair. Pengujian fisik dilakukan dengan cara menguji bahan-bahan padat seperti inti besi, kumparan, dan body transformator. Pada penelitian ini penulis meneliti kekuatan dielektrik dan menganalisis jumlah dan jenis fault gas isolasi cair dari minyak jagung dan minyak kelapa sebagai alternatif minyak trafo diteliti dengan metode DGA (Disolved Gas Analisis). Penggunaan minyak jagung dan minyak kelapa serta campuran antara keduanya sebagai alternatif minyak trafo dikarenakan minyak ini memiliki kelebihan dibanding minyak bumi yaitu dapat diperbaharui, tidak beracun, dapat diurai kembali, dan ramah lingkungan. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa minyak jagung mempunyai kekuatan dielektrik paling tinggi dan jumlah fault gas (TDCG) paling rendah paling rendah diantara kedua sampel lainya, sedangkan jenis minyak campuran antara minyak jagung dan minyak kelapa memiliki kekuatan dielektrik paling rendah dengan jumlah fault gas paling tinggi diantara kedua sampel lainnya. Dengan data pengujian diatas dimungkinkan kekuatan dielektrik dan jumlah fault gas dengan metode DGA pada minyak isolasi jenis nabati mampu sebagai alternatif minyak trafo sedangkan disisi yang lain minyak nabati campuran tidak direkomendasikan sebagai alternatif minyak trafo karena tidak memenuhi kriteria minyak isolasi sebagai minyak trafo.
Transformer is one of important equipment in the electric power system that serves as value a modifier value of power. The transformer it self often fail in either thermal or electrical. To prevent the fails, the power transformer requires isolator testing consisting of solid and liquid insulators. Physical testing is done by testing the solid insulating materials such as iron core, coil, and transformer body. This study was examined the dielectric strength and analyze the amount of fault isolation liquefied gas with DGA method of corn oil and coconut oil as an alternative of transformer oil. The use of corn oil and coconut oil as an alternative of transformer oil because this oil has advantages over petroleum that is renewable, sutainable, non-toxic, can be parsed again, and environmentally friendly. From the test result indicate that corn oil has the highest dielectric strength and has the lowest total combustible dissolved gas (TDCG ) between the two other samples, while the mixed oil has the lowest dielectric strength with a number of fault gas is the highest among the other two samples. From the testing data, It is posible the highest strength data test on the number of fault gases dielectric and DGA method on the type of insulating vegetable oil used as an alternative of transformer oil, while the vegetable mixed oils are not recommended as an alternative transformer oil because it does not meet the criteria of insulating oil as transformer oil
Kata Kunci : Dielektrik, DGA (Disolved Gas Analisis), minyak jagung dan minyak kelapa.