Laporkan Masalah

PERAN SANTRI SIAGA BENCANA (SSB) AL-INAYAH NGARGOMULYO MAGELANG DALAM MENDUKUNG PENERAPAN COMMUNITY-BASED DISASTER RISK MANAGEMENT (CBDRM) TERHADAP BENCANA MERAPI

ALTAV GHAUHAR, Ririn Tri Nurhayati, MA

2014 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan Internasional

CBDRM merupakan sebuah konsep yang menjadikan komunitas lokal sebagai pemeran penting dalam proses PRB. Dalam kasus bencana Merapi 2010, SSB Al-Inayah Ngargomulyo Magelang menjadi salah satu komunitas lokal yang ikut terlibat dalam PRB. Komunitas ini menggunakan pendekatan agama (Islam) dalam melakukan PRB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa dan bagaimana peranan SSB Al-Inayah dalam mendukung penerapan CBDRM terhadap bencana Merapi. Penelitian ini menggunakan teori bencana dan pembangunan yang dirumuskan oleh Collins serta teori CBDRM yang dirumuskan oleh UNESCAP. Penelitian ini pada akhirnya menunjukkan bahwa kapasitas lokal yang dimiliki masyarakat Ngargomulyo melalui peran SSB Al-Inayah memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap PRB Merapi. Hal ini dapat didukung oleh tiga faktor. Pertama, terjadi perpaduan antara pandangan Islam dari SSB Al-Inayah dengan ilmu pengetahuan yang menghasilkan Pengelolaan Risiko Bencana. Kedua, kearifan lokal yang dimiliki SSB Al-Inayah mampu membuat penerapan Pengelolaan Risiko Bencana menjadi lebih efektif. Ketiga, adanya fenomena sosial yang memperlihatkan bahwa keberadaan SSB Al-Inayah sangat diterima dan dibutuhkan oleh masyarakat sekitar, khususnya dalam rangka melakukan PRB Merapi. Tiga hal tersebut menjadikan SSB Al-Inayah berperan penting dalam mendukung pelaksanaan konsep CBDRM.

CBDRM is a concept that makes a local community as a vital role in DRR. In 2010, when Merapi disaster occured, SSB Al-Inayah became one of a local communities which was involved in DRR. Islamic approach is used to support the implementation of DRR. The obj ectives of this research is to know the role of SSB Al-Inayah in Merapi DRR and how it is done. The researcher uses theory of disaster and development which is formulated by Collins and theory of CBDRM by UNESCAP. Finally, this research explains that local capability by Ngargomulyo’s people, especially SSB AlInayah, has a strong effect towards Merapi DRR. It is caused by 3 factors. Firstly, the merger of Islam and science produces Pengelolaan Risiko Bencana. Secondly, the local wisdom by SSB Al Inayah can make the application of Pengelolaan Risiko Bencana more effective. Thirdly, social phenomena show that the existence of SSB Al-Inayah is obviously accepted and needed by around people, especially in order to actuate DRR. Those factors make SSB Al-Inayah have a vital role to support the implementation of CBDRM.

Kata Kunci : CBDRM, SSB Al-Inayah, Bencana Merapi, PRB, Pengelolaan Risiko Bencana.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.