RE-ORIENTASI KEBIJAKAN PERTAHANAN JEPANG DARI KONSEP JAPAN DEFENSE AGENCY MENJADI MINISTRY OF DEFENSE DAN PENGARUHNYA TERHADAP HUBUNGAN DENGAN CIN
Tamesuari Adityaputri R.S., Drs. Usmar Salam, MIS.
2014 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan InternasionalJepang merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki dinamika politik-keamanan yang menarik. Keterlibatannya pada Perang Dunia ke-II menjadi tolok ukur perkembangan sistem pertahanan Jepang yang kemudian berkembang secara pasif dan tidak seperti negara-negara dunia pada umumnya. Keadaan ini kemudian berhasil membangun hubungan pertahanan Jepang dengan Amerika Serikat sebagai sekutu terdekatnya. Namun, dinamika politik regional dan internasional yang semakin kompleks kemudian mendorong Jepang untuk merubah orientasi pertahanan pasif menjadi aktif, salah satunya adalah dengan merubah nama Japan Defense Agency menjadi Ministry of Defense. Perubahan tersebut ternyata cukup memberikan pengaruh bagi negara-negara sekitar terutama negara yang memiliki sejarah kelam masa lalu dengan Jepang, seperti Cina. Salah satu pengaruh perubahan tersebut terhadap hubungannya dengan Cina adalah munculnya fenomena arms race diantara kedua negara. Perubahan pada salah satu negara dalam membangun kebijakan-kebijakan pertahanan baru akan direspon negara lain sebagai bentuk antisipatif. Kata kunci : reorientasi kebijakan, pertahanan, Jepang, dampak, Cina,
Japan is one of the country which have interesting political security dynamics. Japan’s lost in World War II became a benchmark of Japanese defense system. Unlike other countries, Japan’s defense has been evolving passively since the lost. This situation managed Japan to build a relationship with the United States as its closest ally. However, regional and international political dynamics which have become increasingly complex encourage Japan to change the orientation of passive to active defense. One of the manifestation of the change of orientation is changing the name of Japan Defense Agency into a Ministry of Defense. The change was apparently enough to effect to the surrounding countries, especially countries that have a dark past history with Japan, such as China. One of the effect of this change related to the relationship with China is the emergence of the phenomenon of arms race between the two countries. One country change toward more active defense has been responded by other countires as a form of warning. Keywords: policy reorientation, defense, Japan, impact, China
Kata Kunci : reorientasi kebijakan, pertahanan, Jepang, dampak, Cina,