Laporkan Masalah

PENAMPILAN PERTUMBUHAN AYAM BROILER YANG MENDAPATKAN PENAMBAHAN TEPUNG KUNYIT DALAM PAKAN GROWER BERKADAR PROTEIN RENDAH

MONICA SONIA INDRI PRADIPTA, Nanung Danar Dono, S.Pt., MP. Ph.D.; R. Edwin Indarto, S.Pt., MP.

2014 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji pengaruh penambahan tepung kunyit (Curcuma longa) dalam pakan grower berkadar protein rendah terhadap penampilan pertumbuhan ayam broiler jantan strain New Lohmann umur 35 hari. Materi yang digunakan adalah 100 ekor day old chick (DOC) strain New Lohmann MB-202. Pakan penelitian diberikan dalam bentuk pakan starter (23,04-24,57% protein kasar dan 3015 kcal/kg energi termetabolis) dan pakan grower (16,16-17,69% protein kasar dan 3100 kcal/kg energi termetabolis). Ransum penelitian terdiri dari 5 perlakuan pakan dengan 5 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 4 ekor ayam. Pakan perlakuan terdiri dari: K1 (pakan basal tanpa penambahan tepung kunyit; pakan kontrol), K2 (pakan basal + 0,5% tepung kunyit), K3 (pakan basal + 1,0% tepung kunyit), K4 (pakan basal + 1,5% tepung kunyit), dan K5 (pakan basal + 2,0% tepung kunyit). Data yang diperoleh dianalisis statistik menggunakan analisis variansi (ANOVA) Rancangan Acak Lengkap Pola Searah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung kunyit dalam pakan tidak mempengaruhi konsumsi pakan, konsumsi energi, konsumsi protein, pertambahan bobot badan, bobot panen, dan konversi pakan. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung kunyit hingga level 2,0% dalam pakan grower berkadar protein rendah tidak berpengaruh terhadap penampilan pertumbuhan ayam broiler umur 35 hari.

This study was conducted to investigate the effect of turmeric meal supplementation in low protein level grower diets on growth performance of 35 days old male New Lohmann broiler chickens. A hundred day old New Lohmann MB-202 chicks were used in this study. The treatment diets were divided into starter diet (23.04-24.57% crude protein and 3015 kcal/kg metabolizabled energy) and grower diet (16.16-17.69% crude protein and 3100 kcal/kg metabolizabled energy). Chicks were divided randomly into 5 dietary treatments with 5 replicates of 4 birds each. The dietary treatments were: K1 (basal diet without turmeric meal supplementation; control diet), K2 (basal diet + 0.5% turmeric meal supplementation), K3 (basal diet + 1.0% turmeric meal supplementation), K4 (basal diet + 1.5% turmeric meal supplementation), and K5 (basal diet + 2.0% turmeric meal supplementation). Data were statistically analyzed using One way analysis of variance (ANOVA) for a Complete Randomized Design. Results showed that dietary treatments did not influence feed consumption, energy consumption, protein consumption, body weight gain, final weight, and feed conversion. It might be concluded that dietary inclusion of 0.5-2.0% turmeric meal in low protein level grower diets had no effect on the growth performance of 35 days old male broiler chickens.

Kata Kunci : Ayam broiler, Tepung kunyit, Kadar protein rendah, Penampilan pertumbuhan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.