Kerja Sama Pariwisata ASEAN : Telaah atas Strategic Direction ke-3 dari ASEAN Tourism Strategic Plan (ATSP) 2011-2015
Taufik, Dr. Nur Rachmat Yuliantoro, MA(IR).
2014 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan InternasionalPerekonomian kawasan ASEAN terus dikembangkan dengan membentuk pelbagai kerja sama. Pariwisata sebagai salah satu sektor yang dapat menopang perkenomian kawasan dianggap sebagai salah satu sektor strategis. Kesepakatan membentuk rezim ASEAN Tourism Strategic Plan (ATSP) 2011-2015 merupakan bentuk komitmen para pemimpin negara-negara ASEAN untuk meningkatkan pariwisata dan menjadikan ASEAN sebagai destinasi tunggal yang unggul. Dalam ATSP, terdapat berbagai rencana strategi dan rencana aksi yang harus dijalankan dan dimplementasikan oleh seluruh negara anggota, termasuk strategi aksi untuk meningkatkan dan mempercepat fasilitas perjalanan dan konektivitas ASEAN melalui kemudahan visa dan infrastruktur yang memadai. Pemberian fasilitas single visa kepada wisatawan intra ASEAN menjadi salah satu cara untuk memberikan kemudahan bagi wisatawan dalam melakukan kegiatan wisata. Namun, muncul pertanyaan terkait hal tersebut, ialah: Mengapa kerja sama single visa ASEAN sulit terimplementasi dengan baik? Dengan menggunakan konsep kerja sama regional, pariwisata internasional, pemerintah dalam pariwisata, penelitian ini berusaha untuk memahami, menjelaskan, sekaligus menjawab pertanyaan tersebut. Konsep-konsep diatas berguna dan relevan dalam melihat kendala dan hambatan pengimplementasian single visa di negara-negara ASEAN.
ASEAN economic continues to be developed by establishing various cooperation. Tourism as one of the sectors that can sustain region economy is considered as one of the strategic sectors. The agreement to form the ASEAN Tourism Strategic Plan (ATSP) 2011-2015 regimes is the commitment of the leaders of ASEAN countries to boost tourism and make ASEAN as a single destination is superior. In ATSP, there are various strategic plans and action plans that must be executed and implemented by all member countries, including strategy action to enhance and to accelerate travel facilities and ASEAN connectivity through eases of visa and adequate infrastructure. Extend single visa facilitation to intra-ASEAN traveler to be one way to provide convenience for tourist. However, the question arises related to it; Why the ASEAN single visa is hard to be implemented properly? By using the concepts of the regional cooperation, international tourism, the government in tourism, this study seeks to understand, explain, as well as answering the question. Above concepts are useful and relevant to view of the obstacles of the single visa implementation in ASEAN countries.
Kata Kunci : ASEAN, ASEAN Tourism Srategic Plan, Single Visa, Infrastruktur, Kerja Sama Regional.