Laporkan Masalah

Efektivitas pelatihan koping stres terhadap gangguan emosi pada ibu rumah tangga di PTP Nusantara 10 Jawa Timur

TRIWAHYUNI, Herrien, Prof.Dr. Sri Rahayu Partosuwido

2001 | Tesis | S2 Psikologi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan koping stress terrhadap gangguan emosi pada wanita sebagai ibu rumah tangga . Modul pelatihan koping stress disusun oleh peneliti dengan memberi informasi tentang stress, cara-cara pengelolaan, serta mengajarkan ketrampilan menghadapi stress. Fungsi pelatihan adalah mengubah masalah yang menimbulkan stress, atau mengatur respon emosional terhadap stressor yang dihadapi. Metode yang disampaikan adalah tindakan langsung, penyaluran emosi, dan proses intrapsikik. Pelatihan dilakukan sebanyak delapan kali pertemuan masing-masing 90 menit, satu kali dalam seminggu. Gangguan emosi adalah emosi yang tidak mendukung keadaan sejahtera pada kehidupan individu secara fisiologik, kognitif, perilaku, serta pengalaman subjektif. Gangguan emosi yang diungkapkan adalah stress, kecemasan, dan depresi. Mat ukur yang digunakan adalah Daily Stress Inventory (DSI), Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS), dan Beck Depression Inventory (BDI). Data diperoleh dari 36 wanita sebagai kelompok eksperimen dan 36 wanita sebagai kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan gangguan emosi pada wanita sebelum pelatihan, sesudah pelatihan, dan satu bulan setelah pelatihan koping. Pada tindak lanjut kedua, yaitu satu tahun setelah pelatihan menunjukkan ada perbedaan yang signifikan gangguan emosi pada kelompok eksperimen. Hal yang perlu dicermati adalah bahwa koping stress merupakan yang membutuhkan waktu lama untuk diterapkan dalam kehidupan, agar individu benar-benar menguasai strategi koping.

This research aimed to find out the effectiveness of coping stress training for housewives with emotional disorders. The coping stress-training module contains information about stress, the way of coping, and teaching the skill of coping with stress. The function of the training is to change behavior to overcome the problems that cause stress, and to manage an emotional response to a stressor. The training method is direct action, emotional discharge, and intrapsychic processes. The training was given in eight sessions, each of wich lasted ninety minutes, for about four days. An emotional disorder is a state in wich the emotion cannot support an individual’s well being psychologically, cognitively, and in term of behavior as well as subjective experience. Emotional disorders are manifested in stress, anxiety, and depression. The measurements are Daily Stress Inventory, Taylor Manifest Anxiety Scale, and The Beck Depression Inventory. The data were collected from 36 women as experimental group and 36 women as control group. The result shows there were no significant differences in emotional disorders among the women before training, after training, and a month after training. However, after the second follow-up, that is a year after the training, there were significant differences in the emotional disorders among the experimental group. This result indicated that coping with stress is along process, and it takes time for individuals to master the coping strategies and apply them in their lives.

Kata Kunci : Emosi,Pelatihan Koping Stres,Ibu Rumah Tangga


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.