Laporkan Masalah

KARAKTERISASI MIKRO DAN NANOSELULOSA HASIL EKSTRAKSI DARI SERAT SISAL DAN KENAF

Purwanto, Prof. Dr. Achmad Djunaedi, MUP.,

2014 | Tesis | S2 Ilmu Fisika

Secara umum, studi ini bertujuan agar dapat meningkatkan pelayanan fasilitas pada perguruan tinggi. Secara khusus, bertujuan agar dapat melakukan evaluasi pemanfaatan ruang kuliah dan studio pada Jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Studi ini menggunakan penelitian evaluasi dimana penelitian ini difokuskan pada suatu kegiatan dalam suatu unit tertentu. Kegiatan tersebut dapat berbentuk program, proses ataupun hasil kerja, sedangkan unit dapat berupa tempat, organisasi, ataupun lembaga. Penelitian ini dapat menilai manfaat atau kegunaan, sumbangan dan kelayakan dari sesuatu kegiatan dalam satu unit (Sudaryono dkk, 2013:8). Responden pada studi ini adalah mahasiswa yang masih aktif menggunakan ruang kuliah dan studio yaitu mahasiswa semester 2, semester 4 dan semester 6. Populasi pada studi ini sebesar 603 dan sampel sebesar 428 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, survey, angket dan dokumentasi. Hasil evaluasi pemanfaatan ruang menunjukkan bahwa (1) nilai frekuensi belum memenuhi standar nilai frekuensi dari NAO (national audit officer) yaitu 80%. Hal ini menunjukkan bahwa ruang kuliah dan studio di JUTAP belum termanfaatkan dengan baik., (2) nilai okupansi juga belum memenuhi standar NAO. Nilai okupansi menunjukkan bahwa tingkat hunian atau keberisian ruang di JUTAP cenderung rendah artinya masih banyak kursi kosong yang bisa diisi., dan (3) nilai utilitas cenderung rendah. Hal ini berarti bahwa penggunaan waktu dan tingkat hunian ruang kuliah dan studio di JUTAP rendah. Hasil evaluasi tersebut sebaiknya menjadi perhatian para pengelola JUTAP sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan perencanaan jadwal kuliah dan studio, penerimaan mahasiswa baru dan pengelolaan fasilitas ruang kuliah dan studio. Hasil angket evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa JUTAP (60-70%) yang duduk di semester 2 dan semester 4 merasa nyaman dan merasa puas dengan fasilitas yang terdapat pada ruang kuliah dan studio namun berbeda dengan mahasiswa pada semester 6 atau semester 8 dan mahasiswa S2 dimana hasil angket menunjukkan bahwa sebagian besar (60-70%) tidak merasa nyaman dan merasa puas dengan fasilitas yang terdapat pada ruang kuliah dan studio. Rekomendasi yang diberikan terhadap hasil studi ini adalah sebaiknya tiap program studi melaksanakan evaluasi pemanfaatan ruang dengan menggunakan sistem informasi yang terintegrasi dengan pihak jurusan, fakultas dan universitas. Nilai evaluasi yang rendah agar dapat ditingkatkan dengan cara memperbaiki perencanaan yang berhubungan dengan pengaturan jadwal dan kapasitas ruang. Pihak jurusan juga sebaiknya meningkatkan fasilitas yang terdapat pada ruang kuliah dan studio agar mahasiswa merasa lebih nyaman dan lebih puas ketika melakukan aktifitas.

In general, this study aims to increase the facility service in the college. In specific, it aims to evaluate the utilization of lecture room and studio in the Department of Architecture and Planning, Faculty of Engineering, Gadjah Mada University. This study used evaluation research where this research focused on an activity in certain unit. That activity could take form of program, process, or work; while unit could take form of place, organization, or institution. This research could assess the benefit or utility, contribution and feasibility of an activity in a unit (Sudaryono et al., 2013:8). The respondents in this study were students who were still actively used lecture room and studio. They were students in semester 2, semester 4, and semester 6. The population in this study was about 603 and the samples were 428 students. The data collection was done by interview, survey, questionnaire, and documentation. The evaluation results indicate that the use of space (1) the value of the frequency of the frequency values not meet the standards of the NAO (national audit officer) is 80%. This suggests that the lecture halls and studios in JUTAP untapped well., (2) the value of occupancy has not meet the standards of the NAO. Occupancy value indicates that the occupancy rate or keberisian space tends to be low in JUTAP means there are still many empty seats that could be filled., And (3) utility values tend to be low. This means that the use of time and space occupancy lecture and studio in JUTAP low. The results of the evaluation should be of concern to managers JUTAP as a material consideration in planning class schedules and studio, new admissions and management of studio facilities and lecture halls. The results of the evaluation questionnaire showed that most students JUTAP (60-70%) were sitting in the 2nd half and half 4 feel comfortable and satisfied with the facilities available in lecture halls and studios, but in contrast to students in semester 6 or 8 semesters and students S2 where the results of the questionnaire showed that most (60-70%) do not feel comfortable and satisfied with the facilities available in lecture halls and studios.T he recommendation given to these study results is every study program should evaluate the room utilization using information system integrated with department, faculty, and university. The low evaluation value should be increased by improving the planning related to schedule arrangement and room capacity.

Kata Kunci : evaluasi, ruang kuliah dan studio


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.