STRATEGI PENGHIDUPAN PETANI DESA SUGIHWARAS KECAMATAN ADIMULYO KABUPATEN KEBUMEN
YUSUF WIBISONO, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc.
2014 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & DaerahDesa Sugihwaras merupakan salah satu desa lumbung pangan di Kabupaten Kebumen. Desa Sugihwaras sangat sering terlanda banjir, sehingga mempengaruhi kehidupan dan penghidupan petani. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis strategi penghidupan yang dikembangkan petani, dalam menghadapi bencana banjir. Pendekatan penghidupan (livelihood) digunakan untuk menganalisis strategi penghidupan petani Sugihwaras dalam menghadapi bencana banjir tahunan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deduktif. Data yang dikumpulkan terdiri data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan cara wawancara. Data sekunder diperoleh dari instansi pemerintahan. Pemilihan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Petani di Sugihwaras memiliki tingkat pendidikan rendah, namun mempunyai kemampuan dalam sektor pertanian yang cukup baik (aset manusia). Kepemilikan lahan pertanian (aset natural) rata-rata kurang dari 1 hektar. Petani memiliki aset fisik berupa rumah, pekarangan, alat transportasi serta alat produksi pertanian. Sebagian besar petani tidak didukung oleh relasi sosial yang luas, sehingga pilihan strategi penghidupan sangat terbatas. Kelompok petani berpendidikan rendah dengan asset terbatas menjadi kelompok paling rentan terhadap bencana banjir. Hanya sedikit petani yang mempunyai tingkat pendidikan tinggi dan relasi yang luas. Kelompok petani ini mampu mengembangkan diversifikasi pertanian sehingga mempunyai kecukupan aset finansial. Kebijakan pemerintah terkait manajemen sistem pertanian menjadi kunci penting dalam menghindarkan kerugian yang disebabkan oleh banjir.
Sugihwaras is one of villages with the largest food-producing in Kebumen. Sugihwaras very frequently flooded, thus affecting the livelihood of farmers. This research aims to understand and analyze farmers livelihood strategies were developed in the face of catastrophic flooding. Livelihoods approach was used to analyze farmer livelihood strategies in the face of annual floods. This study was performed using a deductive approach. The data collected by comprises primary and secondary data. Primary data were obtained by interview. In other hand, secondary data were obtained from government agencies. Purposive sampling was used in this research. Descriptive qualitative analysis was conducted to describe farmer livelihood strategies. Majority of Sugihwaras farmer had a low education levels. In other hand, the farmers also had the ability and skill in the agricultural sector, which is quite good as a human asset. Ownership of agricultural land (as natural assets) averaged less than 1 hectare. Farmers have physical assets such as homes, yards, transportation and ordinary agricultural production tool. Most farmers are not supported by good social relations, so the choice of livelihood strategies is very limited. Group of less educated farmers with limited assets become the most vulnerable one toward flooding. Sugihwaras farmers who had higher education level and extensive relationship are very rare. This group was able to develop agricultural diversification, so they have such kind of sufficient financial assets. Government policies related to the management of agricultural systems becomes an important key in avoiding losses caused by flooding.
Kata Kunci : petani, banjir, strategi penghidupan