MENONTON TELEVISI DAN BERMAIN VIDEO GAMES SEBAGAI FAKTOR RISIKO GANGGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN / HIPERAKTIVITAS PADA ANAK
Lily Hayati, DR. Indria Laksmi Gamayanti, MSi.
2014 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDSGangguan Pemusatan Perhatian/Hiperakvitas (GPP/H) merupakan suatu gangguan neurobehavioral yang menetap dengan gejala ketidakmampuan memusatkan perhatian, yang tidak sesuai dengan usia perkembangan dengan atau tanpa hiperaktivitas dan impulsivitas. Menonton televisi dan bermain video games merupakan salah satu faktor risiko yang dapat meninbulkan GPP/H.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah menonton televisi dan bermain video games merupakan faktor risiko terjadinya GPP/H pada usia sekolah dasar di Kota Yogyakarta. Studi yang digunakan adalah kasus kontrol. Subjek penelitian adalah murid SD kelas I-IV dengan kelompok kasus adalah penderita GPP/H yang terdiagnosis berdasarkan ACTRS, DSM-IV dan tes WISC, sedangkan kontrol adalah bukan penderita GPP/H dengan jenis kelamin, umur, kelas, dan tempat sekolah yang sama.Analisis statistik yang digunakan adalah analisis univariat kai kwadrat dan regresi logistik dengan tingkat kepercayaan 95% dan nilai p < 0,05. Prevalensi GPP/H di Kota Yogyakarta 5,47% dengan rasio antara laki-laki dan perempuan 4 : 1. Hasil analisis univariat menunjukkan faktor risiko yang berpengaruh adalah menonton televisi > 2 jam( OR 2,67 95%CI 1,29-5, 49 ; p=0,007) , usia awal menonton televisi ≤ 3 tahun ( OR 3,18 ; 95%CI 1,47-6,89 ; p=0,003) dan jenis tayangan televisi yang mengandung unsur kekerasan ( OR 2,08; 95%CI 1,01-6,30 ; p=0,047). Hasil analisis multivariat diperoleh faktor risiko terikat yang mempengaruhi terjadinya GPP/H adalah usia saat awal menonton televisi ≤ 3 tahun OR 3,95 ( 95% CI 1,01- 5,41) p= 0,047.
Attention deficit / hyperactivity disorder ( GPP / H ) is a neurobehavioral disorder with symptoms of persisten inability to concentrate, which does not comply with the development of age with or without hyperactivity and impulsivity. This study aims to determine whether watching television and playing video games is a risk factor for GPP / H at primary school in the city of Yogyakarta. The study used a case control . Subjects were primary school students grade I – IV. The case group are those with ADHD based on ACTRS, DSM-IV, and WISC test. Each case is matched to a control on the basis of gender, age, class and school. Data was analyzed using chi square and calculate odds ratio and confidence intervals with logistic regression. The prevalance of ADHD among primary students in Yogyakarta is 5,47%, the male to female ratio is 4 to 1. The significant risk factors of ADHD in this study from the univariat analyze are watching TV more than two hours ( OR 2,67 95%CI 1,29-5, 49 ; p=0,007), the first time to watching TV less than three years ( OR 3,18 ; 95%CI 1,47-6,89 ; p=0,003), violent entertainment ( OR 2,08; 95%CI 1,01-6,30 ; p=0,047). The significant multivariat analyze is the first time to watching TV less than three years ( OR 3,955; 95% CI 1,012 - 5,413; p= 0,047).
Kata Kunci : gangguan pemusatan perhatian/hiperaktifitas, menonton TV, bermain video games, kasus kontrol