Laporkan Masalah

EFEK EKSTRAK ETANOLIK DAUN JAMBLANG (Syzygium cumini (L) skeels) TERHADAP FAKTOR VIRULENSI Streptococcus mutans ISOLAT DARI KARIES GIGI ANAK USIA PRASEKOLAH

Suzanna Sungkar, Dr. drg. Dewi Agustina, M.D.Sc.(UMelb)., M.D.Sc.(UGM); Prof. Dr. drg. Al. Supartinah Santoso, S.U., Sp.KGA(K); drg. Tetiana Haniastuti, M.Kes., Ph.D.

2014 | Disertasi | S3 Kedokteran Gigi

utama penyebab karies adalah Streptococcus mutans. Bakteri ini memiliki faktorfaktor virulensi yang terlibat dalam pembentukan biofilm kariogenik pada permukaan gigi. Kondisi rongga mulut anak yang sering terpapar dengan makanan dan minuman yang mengandung sukrosa, dapat mempengaruhi virulensi S. mutans yang ada dalam rongga mulut anak. Daun Jamblang (Syzygium cumini) berpotensi sebagai bahan antikariogenik karena mempunyai efek antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi antibakteri ekstrak etanolik daun Jamblang dan efeknya terhadap faktor virulensi S. mutans isolat dari karies gigi anak, yakni pembentukan glukan tidak larut air, produksi asam, dan perlekatan S. mutans pada hidroksiapatit. Analisis senyawa aktif dari ekstrak dilakukan dengan kromatografi lapis tipis (KLT) dan Liquid Chromatograph-Mass Spectrography (LC-MS). Sampel S. mutans untuk penelitian ini diisolasi dari karies gigi molar sulung anak. Pengujian faktor virulensi S. mutans dilakukan dengan menguji efek konsentrasi ekstrak terhadap pembentukan glukan tidak larut air, produksi asam, dan perlekatan S. mutans pada hidroksiapatit. Konsentrasi ekstrak yang diuji adalah 22,5%, 20%, 15%, dan akuades sebagai kontrol negatif. Data dianalisis dengan uji non parametrik Kruskal Wallis. Hasil analisis KLT dan LC-MS menunjukkan adanya kandungan flavonoid tanin, dan terpenoid. Efek konsentrasi ekstrak terhadap jumlah koloni S. mutans menunjukkan hasil signifikan (p<0,05) antara kelompok yang diuji, demikian juga pada uji pembentukan glukan tidak larut air dan jumlah koloni S. mutans yang melekat pada hidroksiapatit. Ekstrak konsentrasi 22,5% memberikan efek yang paling besar terhadap pertumbuhan, pembentukan glukan tidak larut air, pembentukan asam, dan perlekatan S. mutans pada hidroksiapatit. Efek ekstrak etanolik daun Jamblang terhadap pH kultur S. mutans berdasarkan waktu kontak menunjukkan peningkatan yang signifikan (p<0,05) antara waktu kontak sesaat dengan 1 jam dan antara 1 jam dengan 8 jam. Efek ekstrak etanolik daun Jamblang terhadap pH kultur S. mutans berdasarkan konsentrasi menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05) antara konsentrasi 15% dengan 20%, dan 15% dengan 22,5%. Kesimpulan penelitian ini yaitu ekstrak etanolik daun Jamblang mempunyai potensi antibakteri terhadap S. mutans isolat karies gigi sulung anak. Kadar hambat minimal adalah 200 mg/ml, dan kadar bunuh minimal 225 mg/ml. Efek ekstrak etanolik daun Jamblang konsentrasi 22,5% dalam menurunkan jumlah S. mutans, pembentukan glukan tidak larut air, dan jumlah koloni yang melekat pada hidroksiapatit lebih baik dibandingkan konsentrasi 20% dan 15%. Tidak ada perbedaan penurunan produksi asam pada ekstrak etanolik daun Jamblang konsentrasi 22,5%, 20% dan 15%

Caries is a major dental problem in children. The main bacterial cause of dental caries is Streptococcus mutans. This bacterium has virulence properties involved in the formation of biofilm on the tooth surface. Oral condition of children is often exposed to food and beverages containing sucrose, can affect the virulence of S. mutans. Jamblang (Syzygium cumini) leaves are potentially as anticariogenic material due to its antibacterial effect. The purpose of this study was to investigate antibacterial potency and effect of ethanolic extract of Jamblang leaves against virulence factors of S. mutans isolates from children’s caries, that is water-insoluble glucan synthetizing, acid production, and adhesion of S. mutans to hydroxyapatite. Analysis of the active compounds of the extract was carried out using thin layer chromatography (TLC) and Liquid Chromatograph-Mass Spectrography (LC-MS). Samples of S. mutans were isolated from children’s carious deciduous molar teeth. The experiment of virulence factors of S. mutans was carried out by analysing the effect of the extract concentration on the water-insoluble glucan synthetizing, acid production, and adhesion of S. mutans to hydroxyapatite. The concentrations of extract tested were 22.5%, 20%, 15%, and distilled water as a negative control. Non-parametric Kruskal-Wallis test was used to analyse data of this study. The results of TLC and LC - MS analysis showed the presence of flavonoid, tanin, and terpenoid in the leaves. Effect of extract’s concentration on the growth, water insoluble glucan synthesizing, and adhesion of S. mutans to hydroxyapatite were significant different (p<0.05) among groups. The concentration of ethanolic extract of 22.5% gave the greatest effect on the growth, on water-insoluble glucan synthetizing and on adhesion of S. mutans compare to the other two concentrations . The effect of ethanolic extract of Jamblang leaves against pH culture of S. mutans based on time contact increased significantly (p<0.05) between momentary contact to a contact time of 1 hour, and between contact time of 1 hour to 8 hour. The effect of ethanolic extract of Jamblang leaves against pH culture of S. mutans based on the concentrations of the extract were significantly different (p<0.05) between the concentrations of 15% with 20 %, and that of 15% with 22.5 %. It can be concluded that the ethanolic extract of Jamblang leaves has antibacterial potency against S. mutans isolated from deciduous dental caries of child. Minimal inhibitory concentration is 200 mg/ml, and minimum bactericidal concentration is 225 mg/ml. Effect of extract’s concentration of 22.5% in reducing the number of S. mutans, inhibitoring water-insoluble glucan synthetized, and adhesion to hydroxyapatite is better than the other two concentrations. There is no difference in the reduction of acid production between the ethanolic extract concentration of 22.5%, 20% and 15%.

Kata Kunci : Ekstrak etanolik daun Jamblang (Syzygium cumini), pertumbuhan Streptococcus mutans, pembentukan glukan tidak larut air, produksi asam, perlekatan pada hidroksiapatit


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.