POLA PENDIDIKAN BERBASIS MUATAN KEBENCANAAN DI SEKOLAH PERENCANAAN
RUD NOKEO AL KINDI, Prof. Ahmad Djunaedi, MUP.
2014 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & DaerahPenelitian ini bertujuan mengetahui urgensi masalah substansi kebencanaan pada paradigma perencanaan dalam pertimbangan kebencanaan di lingkungan sekolah perencanaan, serta merumuskan Pola Pendidikan Berbasis Muatan Kebencanan seperti apa yang diterapkan pada sekolah perencanaan wilayah di Indonesia. Untuk mencapai tujuan penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian induktif kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode kajian kepustakaan: best practice dan lesson learned, wawancara digunakan untuk menggali data eksisting sebagai representasi pendidikan yang notabene sudah dilakukan disekolah perencanaan di Indonesia, dan triangulasi dengan pakar dan observasi data sebagai usaha memperkaya, menunjukan objektifitas dan menyempurnakan penelitian ini. Berdasar muatan kebencanaan yang dibangun di masing sekolah perencanaan, memiliki karakteristik ke-khasan yang berbeda. Penekanan dalam menciptakan pemahaman baru diasosiasikan dengan pendekatan yang berbeda pula. Meski konsep bencana idealnya sama akan tetapi variasi pemaknaan dan pendekatan dengan spesialisasi peneliti juga menimbulkan pemaknaan dan asosiasi yang berbeda. Muatan kebencanaan di sekolah perencanaan menjadi pola secara parsial pada mata kuliah wajib antara lain: pengenalan terhadap bencana, instrument and risk budgeting, konsep resilience, comunity awareness, konsep uncertainty, risk maping dengan pengoptimalan GIS, pengembangan software, evacuation rule dan area terdampak, bencana sebagai main issue dalam studio dan proses perencanaan, serta menciptakan ruang dengan pemahaman bencana sebagai objek studi. Beberapa pokok bahasan lebih spesifik berdasarkan wilayah kajian studi sekolah perencanaan dan sebagai mata kuliah pilihan: (1) recilience city sebagai muatan yang dekat dengan perancangan kota dan teori perencanaan; (2) disaster risk management lahir dari semangat yang dibangun dari beberapa pandangan ekonomi pembangunan perumahan permukiman dan administrasi perencanaan; (3) mitigasi bencana adalah representasi beberapa mata kuliah GIS, komputasi dan sistem perencanaan. Berdasar tracer study dari alumni, serta concern penelitian perancangan kota, regional, atau bahkan geospasial akan menciptakan lebih banyak pengembangan yang dapat dilakukan.
This study aims to determine the urgency of the problem of substance disaster on disaster planning paradigm into consideration in planning the school environment, and formulate disaster Payload Pattern-Based Education as currently practiced in the area of planning schools in Indonesia. To achieve the objectives of this research uses an inductive approach to qualitative research and descriptive research. Data was collected by the method of literature studies: best practices and lessons learned, interviews are used to explore existing data as a representation of education that in fact already done in school planning in Indonesia, and triangulation with experts and observation of data in an effort to enrich, enhance and demonstrate the objectivity of this research . Based on the charge of disaster planning is built in each school, have different characteristics and peculiarities. The emphasis in creating a new understanding associated with different approaches. Although ideally the same concept of disaster but variations of meaning and approach with specialization researchers also creates different meanings and associations. Charge at the school disaster planning into partial patterns in the compulsory subjects include: introduction to disasters, instruments and risk budgeting, the concept of resilience, comunity awareness, concepts of uncertainty, risk mapping with GIS optimization, software development, and the area affected by the rule evacuation, disaster as a main issue in the studio and planning process, as well as creating a space with an understanding of disaster as an object of study. Some of the more specific subject of study area based on studies and planning schools as elective courses: (1) recilience city as a charge close to urban design and planning theory; (2) disaster risk management born of the spirit which is built from multiple views of the economic development of housing settlements planning and administration; (3) mitigation is a representation of some GIS courses, computing and system planning. Based on tracer studies of graduates, as well as research concerns urban design, regional, or even the geospatial would create more development to do
Kata Kunci : pola pendidikan, muatan kebencanaan, sekolah perencanaan