Laporkan Masalah

Seks sebagai komoditi :: Studi komoditas seks di komunitas prostitusi, Gang Sadar Baturraden Purwokerto

WULAN, Tyas Retno, Dr. Heru Nugroho

2001 | Tesis | S2 Sosiologi

Seksualitas nierupakan garda depan pada inasyarakat kapitalis saat ini. Nilai kcimersialnya yang tinggi menjadikan seks sebagai capital sekaligus sebagai ob\.ek para produsen untuk mengorgariisasikann~as ebagai komoditi. Di ten@ era globalisasi saat ini, komodifikasi seks - baik yang terang-terangan maupun terselirbung -nampaknya j uslru semakin meningkat . Melalui inslrumen kapitalis, seks dihadirkan secara transparan di dalam keseharian masyarakat.. berupa: seks sebagai simbol ,voyeiiristic c'ntertrtinnient, trrctile service, sex shop, cyher ses dan prostitusi. Prostitusi nierupakan bentuk yang paling nyata dan ekstrim dari koinodifikasi seks dalam masyarakat saat ini. Sehingga hams dipahami bahwa ini inerupakati bagian dari sistem ekonomi global yang tidak bisa dipecahkan hanya dengan pendekatan emosional seperti razia atau garukan. Berdasarkan reali tas itu, malca penelitian bertujuan untuk melihat bagaimana fenomena komodifikasi seks dalam inasvarakat konsumen saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap jaringan kerja, relasi sosial dan bagaimana konstruksi seks sebagai kotnoditi di komunitas Proslitusi, Gang Sadar Baturraden Punvokerto Hasil penelitian ini mendeskripsi kan bahwa hesemoni material( uang dan gaya hidup kapitalis yang lebih mementingkan permukaan) telah menciptakan interpretasi baru dalam metnahami prostitusi. Nilai ekonomi yang dihasilkan jaringan ini,memberikan implikasi terhadap konstruksi sosial seks komunitasnya. Norma akhirnya diinterpretasikan masyarakat dalam tataran term of r&rot?cc mereka. Komunitas menjadi cenderung permisif, masa bodoh dan memiliki toleransi Jang tinggi terhadap keberadaan GS. Struktur masyarakat yang patriarkhis, hegcmoni nilai material . lcmahn\,a / m s ci!fbi*ccmcnr7s erta kebijakan pemerintali daerah yang double standar ~ menjadikan komodifikasi seks di GS pada akhimya lebih menigikan kaum perempuan. Walaupun secara ekonomis meinberikan kontribusi dalam kehidu;m masyarakat sekitamya pnelitian ini mengindikasikari bahwa para I'SK di GY ditempatkan dalam strata yang marginal oleh komunitasnya. Sudah selayaknya semua pihak menyadari bahwa sistem ekonomi kapitalis yang telah mengkomodifikasikan seks sedeikai nrupa, seyogyanya menciptakan pemahaman baru dalam memahami prostitusi. Pemahaman baru ini diharapkan juga dapat memposisikan pria yang menjadi konsumennya dalam strata yang equal dengan PSKnya. Pihak Pemerintah Daerah hendaknya konsisten dan memiliki kebijakan yang jelas dalam menangani permasalahan di GS. Perlu dilakukan pendekatan yang berbasis community, dengan metode verstehen , dimana kita menempatkan diri dalam frame of reference pelaku, rasa empati; serta kesediaan semua pihak(tokoh masyarakat,akademisi, LSM, dll) melakukan pendekatan interpersonal akan membuat kita bersilcap lebih bijak dan proporsional dalam memahami prostitusi. .

Sexuality constitutes an avant-garde in capitalist society at the present age. Its highly commercial value sex as the capital as well as the object of producers to organize it as coinmodit>,. Within the elobali7ation era, sex coinmoditicatiori-both openly and hidden1 y-appears increasingly. Through the capitalist instruments sex is transparently presented in dail?, life of society in the fonns of symbol, voyeuristic entertainment, tactile service, sex shop, cyber sex, and prostitution. Prostitution is the most obvious and so extreme form of sex commodification that must be understood as a part of global economic system. This ,therefore, cannot be solved by emotional approach such as raiding. Based on such reality, the study was to see the phenomenon of sex commodification in the consumers society. It was also to uncover the network, social relation and construction of sex as the commodity in the prostitution community. The study was conducted in Gang Sadar, in Baturraden, Purwokerto. The results showed that material hegemony(money and capitalist life sFie that emphasize more on the surface) had been creating a new interpreation in understanding prostitution. Economic value yielded by the network gave implication on the sex social construction of its conimunity. And ,norms was interpreted in their own term of reference. Finally, community intended to be permisive, indifferent,and gave highly tolerance on the Gang Sadar existence. The patriarchal community structure,hegemony of material value,weakness of law enforcemen1,and double standard of local government policy made sex commodification in Gang Sadar ultimately inflicted a less upon the women. Even though sex commodification economically gave c,ontribution to the cornmunit\. members living around.the study indicated that still the PSK in Gang Sadar were placed in the marginal stratum. Now ~ it was a proper time to all of parties to realize that capitalist economy system had been commoditicating sex in such a way that a new understanding on prostitution must be created. This new understanding was also expted to position men as the consumcrs in the equal stratum with their PSK. Should the local government be consistent and clear in implementing the policy to to handle the Gang Sadar affairs. It ivas necessarily to apply some approaches with community basis and vorstt-hen method. Ry this mcthod, then, we positioned ourselves in the frame of reference of doers, feeling of eniphaty, willingness of all parties(such as community fitlures,academicians, Won Government 0rganization)to do interpersonal approach in order thar u*e \vould lia\.c \\.ise attitudes and proportional in understanding prostitution.

Kata Kunci : Komunitas Prostitusi, Seks dan Komoditi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.