Laporkan Masalah

THE ISLAMIC NUANCE OF THE CHRISTIANS AND CATHOLIC OF BANARJOYO VILLAGE, BATANGHARI SUB DISTRICT, EAST LAMPUNG: PASSING AS A FORM OF ADAPTATION OF THE CHRISTIANS AND CATHOLICS TO THE MUSLIM MAJORITY

Riza Saputra, Suhadi, Ph.D.

2014 | Tesis | S2 Agama dan Lintas Budaya

Sistem penindasan dan rasisme antara (kulit putih dan kulit hitam) yang terjadi pada abad kesembilan belas dan pertengahan pertama abad kedua puluh di Amerika serikat telah membuat passing dianggap sebagai solusi utama untuk kondisi masyarakat Amerika dan Afrika pada saat itu. Passing di dalam ilmu sosial berarti menamplikan diri sendiri sebagai anggota kelompok sosial lainnya, dan secara umum passing adalah sebuah perpindahan dari satu kondisi ke kondisi lainnya, ia merupakan perubahan dari satu kebiasaan menuju kebiasaan lainnya, dari satu identitas ke identitas lainnya, dan berbagai macam perubahan lainnya. Passing digunakan oleh orang-orang yang termarginalisasi sebagai cara untuk mendapatkan hak istimewa dan keuntungan dari kelompok lainnya, ia juga digunakan oleh orang-orang yang tertindas sebagai penolakan terhadap identitas yang mereka miliki, yang kemudian membentuk dan menjadikan identitas baru. Penelitian ini bertujuan untuk membahas fenomena Kristen dan Katolik yang menirukan ekspresi umat Islam di desa Banarjoyo. Imitasi atau peniruan adalah salah satu proses interaksi sosial, dan interaksi sosial adalah hubungan antara dua orang atau lebih yang dapat mempengaruhi atau merubah satu sama lain. Hubungan yang moderat antara Muslim, Kristen dan Katolik di desa Banarjoyo sepertinya dapat memberikan nuansa baru terhadap konsep passing, bahwa ia tidak hanya terjadi pada kondisi masyarakat yang termarginalisasi dan tertindas. Perbedaan jumlah yang signifikan antara Kristen, Katolik dan Muslim di desa Banarjoyo tidak menghalangi mereka untuk menjalin hubungan yang baik. Mayoritas Muslim di desa Banarjoyo memperlakukan umat Kristen dan Katolik dengan baik, dan Kristen menganggap Muslim sebagai saudara mereka sendiri. Hubungan yang erat dan budaya Islam lokal yang kental di desa Banarjoyo inilah yang kemudian mendorong penulis untuk meneliti konsep passing di desa Banarjoyo. Setelah dilakukan studi lapangan, dan pengumpulan data melalui observasi keikutsertaan, dan teknik wawancara semi struktur, penelitian ini akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa: Adaptasi Kristen dan Katolik terhadap umat Islam di desa Banarjoyo tercermin kedalam tiga bentuk interaksi sosial, yaitu, usaha untuk menempatkan diri sejajar, terhubung, dan saling bekerjasama. Proses interaksi sosial dan partisipasi Kristen dan Katolik dalam aktivitas Muslim adalah sebab utama terjadinya identifikasi dan peniruan Kristen dan Katolik terhadap ekspresi yang dilakukan oleh Muslim. Peran identitas dan perbedaan yang dirasakan oleh umat Kristen dan Katolik mendorong mereka untuk berasimilasi dengan konteks Islam setempat yang dominan. Asimilasi umat Kristen dan Katolik dan penyesuaian tingkah laku sebagaimana umat Islam inilah yang kami sebut sebagai passing sebagai sebuah bentuk adaptasi.

At the nineteenth and the first half of the twentieth century, the system of racial oppression of American characteristic society makes passing assumed as a significant role relative to the situation of African-American society. Passing sociologically means as presenting oneself as a member of another socialgroup, and generally means as a move from one condition into another condition, a change from one behavior into a new behavior, from one identity into a new identity, and ample types of transition. Passing is used by marginalized people as a technique to gain the privilege and reward from another group. It is also used by oppressed people as a denial of their identity, and then creating a new identity. This research aims to discuss the phenomenon of the Christians and Catholic imitation of Islamic expressions in Banarjoyo village. Imitation is one of the processes of social interaction, and social interaction is a relationship between two or more individuals, which affects an individual‟s behavior, alter or affect any other individual. The cordial relationship between Muslims and the Christians and Catholic of Banarjoyo village gives a new nuance on the concept of human behavioral change and individual passing, which shows that passing may not only happen on the marginalized and oppressed condition. The significant different number between Muslims and the Christians of Banarjoyo does not buttress them to intertwine a good rapport. Muslim majority in Banarjoyo village treat well the Christians and Catholic minority, and the Christians and Catholic consider their Muslim neighbors as well as their family. Indeed, this close relationship and the dominant Islamic culture in Banarjoyo encourage the writer to examine the concept of passing based on the context of Banarjoyo village. Finally, by using field research, and collecting data through participant observation and in-depth semi structured interview techniques, the study reaches the following conclusion: Christians and Catholic adaptation with Muslims in Banarjoyo village undergirds on three aspects of social interaction, these are parallel, associative, and cooperative. The processes of the Christians social interaction and their participation with Muslims religious activities yield their identification, and imitation of Islamic expressions. The main factor of the Christians and Catholic imitation of Islamic expression is because of their role identity and their feeling dissimilar which further make the Christians and Catholic of Banarjoyo try to assimilate with the dominant Islamic context. This assimilation and the Christians and Catholic adjustment of their behaviors as well as Muslims is what we called as “passing as a form of adaptation.”

Kata Kunci : Passing, Adaptasi, Kristen, Katolik, Ekspresi Islami


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.