PEMBUATAN BAHAN BAKAR DARI PIROLISIS LIMBAH PLASTIK DAN UJI PERFORMA PADA MOTOR DIESEL MENGGUNAKAN CAMPURAN MINYAK PIROLISIS DENGAN BIOSOLAR
GUNAWAN BUDI SUSILO, Prof. Dr. Ing. Ir. Harwin Saptoadi, M.SE.
2014 | Tesis | S2 Teknik MesinPeningkatan produksi plastik dari tahun ke tahun semakin besar, seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Pemusnahan sampah plastik dengan cara pembakaran (incineration), kurang efektif dan beresiko sebab dengan pembakaran munculnya polutan dari emisi gas buang (CO2, CO, NO x, dan SO x ) dan beberapa partikulat pencemar lainnya sehingga diperlukan cara pengolahan lain untuk mengolah sampah plastik. Untuk mengatasi masalah sampah, khususnya limbah plastik, pakar lingkungan dan ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu telah melakukan berbagai penelitian dan tindakan. Salah satu caranya dengan mendaur ulang limbah plastik dengan proses pirolisis. Proses pirolisis didefinisikan sebagai reaksi degradasi kimia yang disebabkan oleh energi panas dengan sedikit/ketiadaan oksigen. Pirolisis limbah plastik menjadi bahan bakar cair menggunakan reaktor batch dimana pemanasannya diatur pada suhu 450 o C. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui properties minyak pirolisis limbah plastik campuran PE 50% + PS 50%, PE 50% + Other 50%, PE 50% + PS 25% + Other 25% meliputi specific gravity, viscosity kinematic, pour point, flash point, water content dan ash content. Selain itu produk minyak pirolisis limbah plastik nantinya akan dicampur dengan biosolar Pertamina dan diujikan pada motor diesel untuk mengetahui performa dan emisi yang dihasilkan. Hasil perhitungan persentase minyak pirolisis tertinggi adalah campuran PE 50% + PS 50% sebesar 52,36%, sedangkan persentase terendah adalah campuran PE 50% + Other 50% sebesar 43,41%. Penambahan plastik jenis Polystyrene mangakibatkan peningkatan presentase cair, semakin tinggi persentase plastik Polystyrene maka persentase cair yang dihasilkan semakin tinggi. Sebaliknya dengan penambahan plastik jenis Other mengakibatkan penurunan pada persentase produk cair. Karakteristik bahan bakar minyak pirolisis untuk specific grafity, dan water content lebih tinggi dari pada biosolar. Sebaliknya untuk kinematic viscosity, flash point, dan ash content lebih rendah. Pour point untuk campuran PE 50% + PS 25% + Other 25% setara dengan biosolar (6 o C), PE 50% dan PS 50% (-12 o C) lebih rendah dari biosolar dan PE 50% + Other 50% (12 o C) lebih tinggi dari biosolar.
-
Kata Kunci : Pirolisis, Polyethylene, Polystyrene, Mass Balance, Motor Diesel