IDENTIFIKASI KETIDAKPASTIAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN PERFORMANSI DI UMKM
MAIRA HIMADHANI, Bertha Maya Sopha, S.T., M.Sc., Ph.D
2014 | Tesis | S2 Teknik IndustriUMKM memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia terutama dalam meningkatkan PDB (59,17%) dan penyerapan tenaga kerja (98,23%). Oleh karena itu pemerintah memfasilitasi pengembangan UMKM di Indonesia melalui program kredit usaha rakyat dan pinjaman kredit komersial. Sehingga pada tahun 2012, jumlah UMKM di Indonesia telah mencapai 56.534.592 unit dengan berbagai bidang usaha dan berkontribusi sebesar Rp. 1.452.460 miliar terhadap peningkatan PDB Nasional dan menyerap sebanyak 107.657.509 orang tenaga kerja. Berdasarkan data Kementrian Koperasi dan UKM RI, UMKM dapat meningkatkan 10%- 20% PDB Indonesia. Pentingnya peranan UMKM tersebut maka perkembangan dan penataan UMKM perlu difokuskan. Namun, pada kenyataannya perkembangan UMKM mengalami kendala-kendala, salah satunya yang berkaitan dengan pengelolaan untuk meningkatkan performansi UMKM yang dilakukan untuk meminimasi segala bentuk ketidakefektifan pada supply chain. Ketidakefektifan ini disebabkan oleh kondisi yangtidak pasti atau ketidakpastian. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpastian dan hubungannya dengan performasi pada supply chain di UMKM. Literatur review dilakukan untuk mengidentifikasi ketidakpastian pada supply chain. Ada tiga sumber ketidakpastian yaitu: ketidakpastian internal organisasi, ketidakpastian internal supply chain dan ketidakpastian eksternal. UMKM Sandang dan Kulit di Yogyakarta dipilih sebagai objek penelitian karena memiliki ratio perbandingan tenaga kerja, nilai investasi dan jumlah produksi yang paling tinggi terhadap unit usaha jika dibandingkan dengan sektor UMKM lainnya. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan kuesioner awal kepada unit UMKM. Terdapat 43 item atau indikator pertanyaan yang diperoleh dari studi literatur untuk mengukur ketidakpastian pada supply chain di UMKM. Berdasarkan pilot studi yang dilakukan terhadap 30 responden maka dilakukan validitas konten untuk melihat indikator “penting†yang berpengaruh terhadap ketidakpastian pada supply chain di UMKM. Indikator dapat direduksi menjadi 20 indikator yang digunakan untuk merancang kuesioner akhir. Data dikumpulkan kembali dengan interview dan kuesioner akhir terhadap 102 responden dengan menggunakan purposive sampling pada sentral UMKM Sandang dan Kulit di Yogyakarta. Beberapa uji dilakukan yaitu uji ukuran sampel, outliers, normalitas, multikolinearitas dan uji validitas dan reliabilitas kuesioner sebelum data diolah dan dianalisis menggunakan exploratory factor analysis (EFA) dan Structural Equation Modeling(SEM). Hasil EFA menunjukkan bahwa konstruk ketidakpastianinternal organisasi dibentuk oleh subkonstruk karakteristik produk, proses manufaktur dan kompleksitas keputusan; konstruk ketidakpastian internal supply chain dibentuk oleh subkonstruk permintaan konsumen akhir, permintaan tambahan dan suplier dan bentuk rantai pasokan, infrastruktur dan fasilitas; konstruk ketidakpastian eksternal dibentuk oleh subkonstruk lingkungan dan bencana alam; dan performansi UMKM berkaitan dengan laba dan pertumbuhan UMKM. Variabel dievaluasi dan diestimasi menggunakan SEM dan menunjukkan bahwa ketidakpastian pada supply chain yang berpengaruh terhadap performansi UMKM adalah ketidakpastian internal supply chain sebesar 0,890 (90,14%) dan ketidakpastian eksternal dengan nilai estimasi sebesar -0,434 (18,84%). Ketidakpastian internal supply chain diukur oleh variabel permintaan konsumen akhir sebesar 0,999 (99,8%), permintaan tambahan sebesar 0,356 (12,67%) dan supplier sebesar 0,035 (0,12%). Item yang mengukur ketidakpastian eksternal yaitu: perilaku kompetitor 0,702 (44,28%) dan terjadinya bencana alam sebesar 0,458 (20,98 %). Model ini dapat diterima karena telah memenuhi uji GOF (Goodness of fit) dengan Chi-Square=265,529 (df=206), CFI=0,9 dan RMSEA=0,054 dan uji validitas (AVE>0,5) dan reliabilitas (CR>0,6) konstruk yang dapat diterima. Jika dilakukan analisis terpisah pada model struktural keseluruhan dengan model struktural UMKM Sandang maka diperoleh hasil yang sama. Hasil estimasi model struktural UMKM Sandang menunjukkan ketidakpastian pada supply chain yang berpengaruh terhadap performansi adalah ketidakpastian internal supply chain sebesar 0,749 (56,10%) dan ketidakpastian eksternalsebesar -0,608(36,97%).
SMEs make positive contribution to the indonesian economy, especially in increasing GDP (59,17%) and creating jobs (98,23%). Due to itsvital role, Indonesian government facilitates the development of SMEs in Indonesia through various programs such as People Business Credit Program and Commercial loans. In 2012, the number of SMEs in Indonesia has reached 56,534,592 units of the various fields of business and contribute to IDR 1,452,460 billions to the increase of national GDP and absorbs as many as 107,657,509 workers. Based on data from the Indonesian Ministry of Cooperatives and Small-Medium Enterprises, SMEs can increase 10%- 20% of Indonesia’s GDP. Due to its vital role, the development and the management of SMEs needs to be focused. But, the development of SMEs is not without problems. One of the major obstacles is relating to supply chain uncertainty. This research aims at exploring supply chain uncertainty in SMEs, evaluating relevant uncertainty factors and its relation to SMEs’ performance. Literature review was conducted to identify potential uncertainty and then to build a theoretical framework. Three sources of uncertainty, i.e., internal organization uncertainty, internal supply chain uncertainty and external uncertainty, were investigated. The framework was then against empirical data which were collected through interviews and questionnaires. Sector of clothing and leather was selected due to its highest contribution of total productions, investments and job creation among other sectors in Yogyakarta,Indonesia. Total indicators of 43 were derived from literature review to describe uncertainty factors in company’s supply chain. Based on a pilot study with 30 respondents, the indicators were reduced to 20 indicators in SMEs. Due to insufficient content validity ratio, the questionnaire was designed. Data were collected by interview using designed the questionnaire on 102 selected respondents. The respondent was selected using purposive sampling technique based on the place where is to be the center of clothing and leather industry. Some tests that are evaluating data adequacy, outliers, normality and multicolinearity were conducted. Empirical data was analyzed by Exploratory Factor Analysis (EFA) and Structural Equation Modeling (SEM). EFA explores the data and provide the information how many factors are needed to represent the data, CFA is part of SEM to verify the factors that had been built by EFA and structural model determines the relationship between uncertainty and SME’s performance. EFA results show that internal organization uncertainty relates to product characteristics, manufacturing process and decision complexity; internal supply chain consists of end-customer demand, demand amplification, supplier, and chain configuration, infrastucture and facilities; external uncertainty relates to environment and natural disaster; and performance relates to profit and growth. Afterward, variables were evaluated andmeasured using SEM. The result shows that SMEs’ performance is influenced by internal supply chain and external uncertainty as many as 0,89 (90,14%) and -0,434 (18,84%). Significant variabel that measure the internal supply chain uncertainty are end costumer demand 99,8%, demand amplification 12,67% and supplier 0,12%. This model is acceptable because it has met GOF test with Chi-Square=265,529 (df=206), CFI=0,9 and RMSEA=0,054 and validity test (AVE≥0,5) and construct reliability (CR≥0,7) acceptable. Then, subgroup analysis is performed for SMEs’ Clothing. The result shows SME’s clothing performance is influenced by internal supply chain and external uncertainty as many as 0,749 (56,10%) and -0,608 (36,97%).
Kata Kunci : Ketidakpastian, Performansi, UMKM, SEM