Laporkan Masalah

KOMPARASI DOSIS RADIASI YANG DITERIMA OPERATOR PERCUTANEOUS CORONARY INTERVENTION DENGAN NILAI BATAS DOSIS MENURUT PENETAPAN BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

Shiska Novalia, dr. Sri Retna Dwidanarti, Sp.Rad(K)Onk

2014 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDS

Pendahuluan. Prosedur intervensional terapetik yang paling banyak dilakukan di RSUP Dr. Sardjito adalah percutaneous coronary intervention (PCI). Pemantauan dosis radiasi yang diterima oleh operator dan menjaga dosis tersebut berada dalam batas aman yang ditentukan sangat penting untuk dilakukan agar efek radiasi yang mungkin terjadi dapat dihindarkan. Tujuan penelitian. Membandingkan dosis radiasi tiap tindakan dan dosis kumulatif dalam lima minggu yang diterima operator PCI dengan nilai batas dosis (NBD) dan membandingkan dosis radiasi rerata di setinggi dada dengan di setinggi gonad. Subjek dan metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik observasional komparatif. Subjek penelitian adalah operator yang melakukan tindakan PCI di Cath-lab Room 1 dan 2 Instalasi Radiologi RSUP Dr. Sardjito pada Februari-April 2014, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan cara consecutive sampling. Pengukuran dosis radiasi dilakukan dengan dua dosimeter saku yang diletakkan di dalam apron di setinggi dada dan di setinggi gonad. Analisis hubungan antar variabel dilakukan secara analitik komparatif, dengan hipotesis komparatif numerik.

Introduction. Percutaneous coronary intervention (PCI) is the mostly done therapeutic interventional procedure in RSUP Dr. Sardjito. Monitoring the radiation dose received by operators and keep that dose within the safe limit are very important to avoid the possible radiation effects. Aims. The aims of this study were to compare the radiation dose of each PCI and cumulative dose received by operator to the radiation exposure limit (nilai batas dosis/NBD) and to compare the radiation dose at gonad height to chest height. Subject and Method. This was a comparative analytic observational study. Subjects were the operators of PCI procedures in Cath-lab Room 1 and 2 RSUP Dr. Sardjito in February-April 2014 who met the inclusion and exclusion criteria. The sampling method was consecutive sampling. The association between variables was analyzed comparatively, using numeric-comparative hypothesis.

Kata Kunci : keamanan radiasi, pekerja radiasi, percutaneous coronary intervention, fluoroskopi, dosimeter saku


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.