Kelompok terbangan Babussalam dan perubahan struktur masyarakat di Pagergunung
KUSWANTO, Heri, Dr. J. Nasikun
2001 | Tesis | S2 SosiologiPersoalan relasi antara laki-laki dengan perempuan hingga kini belum usai. Meskipun perjuangan menuju relasi yang setara, penuh keadlian tidak menindas dan mensubordinasi telah mencapai tingkat kemajuan yang meyakinkan ternyata belum mampu mewujudkan kondisi tersebut secara lebih luas, dalam berbagai aspek kehidupan dimasyarakat. Ini bisa dilihat pada merebaknya institusi – insitusi di dalam masyarkat. Institusi tersebut baik institusi pemerintah atau non pemerintah (lembaga swadaya masyarkat). Sulitnya persoalan ini dicarikan solusi deisebabkan oleh karena banyaknya aspek – aspek yang ikut serta mempengaruhi persoalan tersebut. Diantaranya struktur masyarkat, sistem sosial budaya, sistem nilai, adat istiadat, dan juga agama. Dimana aspek-aspek tersebut telah mengideologisasi yang menjadi basis segala tindakan atau sikap masyarakat. Berbagai gerakan dalam rangka pemberdayaan perempuan tentunya tidak bisa melepaskan diri dari aspek-aspek ideology feminis yang ada atau telah menjadi wacana umum. Karena pangkal persoalan menjadi kuat diakibatkan oleh adanya proses ideologisasi di masyarakat. Aspek ideologis inilah yang menarik peneliti untuk mengadakan penelitian ini. Adapun focus utamanya adalah Pusat Studi Wanita Universitas Diponegoro Semarang. Pusat studi wanita sebagai institusi kepanjangan Negara akhir-akhir ini tumbuh pesat dan mempunyai peran yang strtaegis. Eksistensinya di perguruan tinggi-perguruan tinggi yang merupakan dunia akademis, dimana proses pendidikan atau sosialisasi nilai-nilai yang ada atau menjadi wacana umum bia berproses sangat efektif. Juga dunia kampus mempunyai dinamika sangat tinggi dalam merespon setiap perubahan-perubahan yang terjadi di masyarkat terutama secara ideologis. Hal ini drisebabkan oleh karena ideology feminis yang ada beragam. Oleh karena itu penelitian ini berusaha meneliti kendala-kendala apa yang dihadapi oleh PSW UNDIP dalam implementasi ideology feminis yang ada. Tentunya peneliti berangkat ari ideology feminis apa yang selama ini mereka pakai. Metode penelitian yang peneliti pakai dalam penelitian ini yaitu deskriptif – kualitatif. Dimaan peneliti mendeskripsikan data-data yang ada sebagai suatu narasi yang menjelaskan fenomena-fenomena yang ada di lapangan sesuai dengan permasalahan yang telah disusun. Peneliti menghubungkan data-data tersebut hingga tercapai suatu penjelasan yang bisa dipertanggungjawabkan secara akademik. Adapun teknik pengumpulan data peneliti mengadakan pengamatan (observasi), mengadakan wawancara dengan informan-informan kunci dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini maka penelitian memperoleh suatu gambaran bahwa secara ideologis, dalam rangka implementasi ideology feminis Pusat Suti Wanita UNDIP Semarng menunjukkan mreka tidak mampu mengimplementasikan suatu ideology feminis tertentu. Hal ini terjadi karena secar kelembagaan mereka tidak bisa independen. Ketergantungan kepada lembaga diatasnya (rektorat bahkan pada negara) sangat tinggi. Begitu pula terhadap lembaga donor yang selama ini mendanai setiap kegiatan. Selain itu secara ideologis mereka menggunakan campuran dari berbagai ideology yang ada. Keadaan ini juga mengindikasikan PSW UNDIP Semarang tidak berideologi.
-
Kata Kunci : Struktur Sosial, Kepemimpinan, Media Seni Terbangan