Partisipasi masyarakat lokal dalam penyusunan perencanaan pendidikan kecamatan :: Suatu studi terhadap pelaksanaan proyek COPSEP (Community Participation in Strategic Education Planning for School Improvement) di Kec. Musuk dan Kec. Kota Boyolali
SOESWANTI, Krisna, Drs. Lambang Trijono, MA
2001 | Tesis | S2 SosiologiPelaksanaan pendidikan di Indonesia banyak mendapat kritik dari berbagai pihak dan dirasakan semakin mendesak untuk diadakan suatu perubahan. Berlakunya otonomi daerah saat ini, membawa konsekuensi adanya desentralisasi di bidang pendidikan. Proyek COPSEP (Community Participation in Strategic Education Planning For School Improvement) merupakan salah satu upaya untuk mempersiapkan realisasi dari desentralisasi pendidikan tersebut. Penelitian yang dilakukan di kecamatan Musuk dan Kecamatan Kota Boyolali berusaha mengungkapkan bagaimana partisipasi masyarakat dalam penyusunan perencanaan pendidikan tersebut. Data di lapangan menunjukkan bahwa perbedaan letak kecamatan Musuk yang berada di pedesaan dengan Kecamatan Kota Boyolali yang lebih mendekati kota (kabupaten), temyata tidak membawa perbedan yang menyolok pada pelaksanaan kegiatan partisipasi masyarakat dalam Proyek COPSEP. Selanjutnya dilakukan analisa lebih mendalam pada kapasitas masyarakat, dalam kaitannya dengan kapasitas pendidik, dan birokrat. Dari sini dapat diketahui bahwa kapasitas masyarakat masih dibawah kapasitas pendidik dan birokrat. Kapasitas yang meliputi: 1) informasi/ pengetahuan; 2) ketrampilan/ kemampuan (bekerja, bermasyarakat dan berorganisasi); serta 3) fasiltas kekuasaan yang diperoleh/ dimiliki ini, temyata yang paling menonjol ialah pada rendahnya fasilitas kekuasaan. Tidak optimalnya partisipasi masyarakat tersebut terjadi karena sistem pendidikan nasional yang terlalu terstandardisasi dan terlalu represif, yang tercermin Pula di dalam desain dan implementasi proyek. Kelemahan desain dan implementasi proyek ini diantaranya tampak pada pembentukan organisasi (Komite Perencanaan Pendidikan Kecamatan/KPPK) yang kurang independen dan langgeng, serta pada kurangnya pembekalan/pelatihan untuk fasilitator.
Many of criticisms have been addressed to the education implementation in Indonesia, change therefore should be rapidly taken. The recent realization of regional otonomy brings about an educational decentralization. COPSEP (Community Participation in Strategic Education Planning For School Improvement) Project is one of efforts to prepare the realization of the educational decentralization. The research conducted in Musuk subdistrict and Boyolali Subdistrict tries to depict the people participation in education Planning draft. Empirical data shows that the defferent of location between Musuk which is located in village and Boyolali Subdistrict which is near city (regency) turns out to draw no distinct different toward the implementation of people participation in COPSEP Project. Furthermore, we conduct a thick analysis in community capacity. We hence know that the former is still under the later. The capacity includes information/ knowlgde, skill (of work, socialization and organization), and facilities provided. The low community participation has something to do with the dominant represive power system occurs in national education system as well insofar which also reflects in the design and realization of project. The shortcoming found in this case is also due ti poor training or provisioning given to facilitators which causes less capability and understanding. Concequently, the people participation channeled through District Education Planning Commite is not optimum.
Kata Kunci : Community Participation, People Capacity, National Educational System, Design and Implementation of Project