Laporkan Masalah

PENENTUAN SKENARIO UNTUK PENGEMBANGAN SIMULASI DASAR RENCANA KONTINJENSI BAHAYA BANJIR LAHAR DI KABUPATEN SLEMAN STUDI KASUS SUNGAI GENDOL

ASTRI WULANDARI R, Prof. Dr. H.A. Sudibyakto, MS.

2014 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Sungai Gendol Kabupaten Sleman merupakan salah satu sungai yang berhulu di Gunungapi Merapi dan rawan terhadap bencana banjir lahar. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi bencana ini adalah rencana kontinjensi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jumlah aspek terdampak (penduduk, infrastruktur, ternak, dan lahan pertanian) bencana banjir lahar berdasarkan wilayah bahaya skenario debit lahar dan skenario volume lahar yang telah ditentukan sebelumnya, mengetahui tingkat kapasitas, kerawanan dan membuat rencana kontinjensi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survei dan observasi di lokasi penelitian. Penentuan wilayah terdampak banjir lahar sebagai dasar rencana kontinjensi menggunakan skenario volume dan debit lahar. Kerentanan diukur berdasarkan wilayah terdampak yang meliputi penduduk, permukiman, infrastruktur, ternak dan lahan pertanian. Kerawanan diukur berdasarkan sejarah kejadian banjir lahar dan ketinggian banjir lahar menggunakan metode wawancara warga dengan sampel. Data lokasi Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode quota sampling, jumlah sampel sebanyak 95 responden untuk mengetahui kerawanan banjir lahar di Sungai Gendol. Hasil penelitian ini menunjukkan wilayah terdampak skenario debit lahar 966,93 Ha, 1111 rumah, 4444 Jiwa, 6 jembatan, 1 Pasar, 910 ekor ternak dan 1.847.719 m2 lahan pertanian, serta 444 jiwa membutuhkan pelayanan kesehatan. Wilayah terdampak skenario volume lahar adalah 1401,44 Ha, 2695 rumah, 10.780 Jiwa, 6 jembatan, 3 sekolah, 1 Pasar, 1 Rumah Ibadah, 3897 ekor terna, dan 3.667.241 m2 lahan Pertanian serta 1078 jiwa membutuhkan pelayanan kesehatan. Kedua skenario ini menjadi dasar penetapan rencana kontinjensi yang tertuang dalam rencana sektoral yaitu bidang komando, operasi, kesehatan, sarana prasarana barak, logistik, hubkominfo, pendidikan, dan peternakan. Pada perencanaan sektoral ini terdapat kesenjangan dalam sumberdaya yang dibutuhkan dan sumberdaya yang tersedia yaitu dalam sektor sekertariat yaitu peralatan seperti LCD dan screen yang berguna untuk kelancaran proses penyebaran informasi masih mengalami kekurangan, sektor kesehatan mengalami kekurangan dalam bidang tenaga kesehatan yaitu apoteker, psikolog dan fisioterapis, dan sektor barak pengungsian mengalami kekurangan pada hal kapasitas barak, genset, tenda.

The Gendol river in Sleman Regency district is one of a river that flows in merapi volcano and prone to lahar flooding. One of the efforts may be conducted for tackling this was a contingency plan. The aim of this research is to know number of affected aspect consist of people, settlement, infrastructure, livestock and farming, to asses the level of capacity and suceptibility in the research area, and also composing a contingency plan based on the element of risk data affected areas of two scenarios that there have been namely lahar discharge scenario and lahar volume scenario from the previous research Methods used in this research is a method of survey research and observation at the research field. Sampling in the study is done using quota of sampling methods, the number of samples as much as 95 respondents to know susceptibility in research area. Vulnerability in this research area measured based on the affected area by two scenario which cover population, settlement, infrastructure, livestock, and agricultural land. Vulnerability measured based on the historical data from the occurrence of lahar flood and the height of lahar flood in the research area. To compose contingency planning the result of affected aspect is used to make the estimate of resource needed in the simulation This research result indicates that suffered areas lahar discharge scenario is less than suffered area with volume scenario. Suffered areas lahar discharge scenario is 966,93 ha or 33,91 % of total region, 1111 house, 4444 people, 6 bridge, 1 market, 326 goat and 584 cow and 1.847.719 m2 agricultural land, 444 people and a number of health services. Suffered areas lahar volume scenario is 1401,44 ha or 49, 16 % of the total region, 2695 house, 10.780 people, 6 bridge, 3 school, 1 market, 1312 goat, 2585 cow and 3.667.241 m2 agricultural and a number of 1078 people need medical services. Both this scenario has become the base of the contingency plan as stipulated in the sectoral plans like command operation, health, infrastructure of barracks, logistics, communication, education, and livestock. In this sectoral planning there is a gap in resources that are needed and resources available is in secretariat sector, barrack sector and health sector.

Kata Kunci : Kontinjensi, Bahaya, Kerentanan, Kapasitas, dan Banjir Lahar


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.