KEBUTUHAN KELUARGA BERENCANA YANG TIDAK TERPENUHI DI NUSA TENGGARA TIMUR
Ayu Rahmaningtias, Prof. Dr. Muhadjir Darwin, M.P.A
2014 | Tesis | S2 KependudukanBerdasarkan hasil SDKI, kebutuhan KB yang tidak terpenuhi atau biasa disebut unmet need KB masih tinggi di Nusa Tenggara Timur sejak tahun 1997-2012. Tujuan dari penekanan angka unmet need KB adalah mencegah terjadinya kehamilan yang tidak dikehendaki, dimana seringkali berujung pada praktik aborsi yang dapat mengganggu kesehatan bahkan bisa menyebabkan kematian ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan karakteristik wanita unmet need KB, menjelaskan alasan wanita unmet need KB dan pengaruh variabel demografi, sosial, dan ekonomi terhadap terjadinya unmet need KB di Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari hasil SDKI 2012. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan inferensial. Analisis deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan tabulasi silang, sedangkan analisis inferensial menggunakan regresi logistik biner. Karakteristik wanita yang tidak terpenuhi kebutuhan keluarga berencananya di NTT adalah berumur di atas 30 tahun, memiliki 0-2 anak yang masih hidup, tidak pernah menggunakan alat/cara kontrasepsi sebelumnya, tinggal di desa, berpendidikan SD-SMP, bekerja dan berasal dari kelompok kurang mampu (miskin). Alasan wanita unmet need KB di NTT adalah karena alasan fertilitas, alasan alat/cara KB dan alasan lainnya. Berdasarkan hasil regresi logistik biner, variabel yang paling berpengaruh terhadap terjadinya unmet need KB di NTT tahun 2012 adalah variabel pendidikan wanita dengan nilai p-value atau sig.0,03(signifikan di bawah 0,05), nilai odds ratio (OR) 0,524, dan menunjukkan pengaruh negatif. Artinya, apabila pendidikan ditingkatkan 1 tingkat maka unmet need KB berpeluang turun sebesar 0,524 kali. Pemberdayaan wanita melalui pendidikan akan menjadikan mereka lebih rasional dalam berpikir dan bersikap termasuk dalam perilaku reproduksinya. Pendidikan yang ditingkatkan mencakup pendidikan formal, pendidikan mengenai kependudukan, keluarga berencana, dan kesehatan reproduksi. Wanita dengan pendidikan yang lebih baik akan mempunyai kesempatan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada pasangan untuk mendukung tujuan reproduksinya.
Unmet need for family planning remains high in East Nusa Tenggara since 1997-2012 based on the results of IDHS. The purpose of the suppression rate unmet need for family planning is to prevent unwanted pregnancies, which often lead to abortion practices that can damage the health of the mother and even can cause maternal mortality. This study aimed to describe the characteristics of women's unmet need for family planning, explaining the reasons for women's unmet need for family planning and the influence of demographic variables, social, and economic dimensions of the unmet need for family planning in the East Nusa Tenggara. This study uses secondary data from the 2012 IDHS. The analysis technique used was a descriptive (frequency distributions and cross-tabulations) and inferential analysis (binary logistic regression). Characteristics of women who do not fulfill the need for family planning in NTT is aged over 30 years, have 0-2 children who are still alive, never use a contraception method previously, lives in rural, elementary-school education, work and belong to the poor. The reason women unmet need for family planning in NTT was due to fertility reasons, family planning method and other reasons. Based on the results of binary logistic regression, the variables that most affect the occurrence of unmet need for family planning in 2012 was woman’s education variables with p-value or sig.0,03 (significantly below 0.05), the value of the odds ratio (OR) 0.524 , and showed a negative effect. That is, if the level of education increased 1 unmet need for family planning likely to fall by 0.524 times. Empowerment of women through education will make them more rational in thinking and being included in their reproductive behavior. Improved education include formal education, education on population, family planning, and reproductive health. Women with better education will have the opportunity to provide a better understanding to the couple to support their reproductive goals.
Kata Kunci : unmet need KB, alasan, faktor yang berpengaruh