Laporkan Masalah

ADAPTASI MASYARAKAT PESISIR TERHADAP PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR DOMESTIK AKIBAT DAMPAK BANJIR ROB DI SEMARANG UTARA

Widiyana Riasasi, Prof. Dr.rer.nat. Muh. Aris Marfai, M.Sc.

2014 | Tesis | S2 Geografi

Banjir rob menjadi bencana yang sering terjadi di kawasan pesisir, seperti halnya di pesisir utara Jawa. Bencana ini mempengaruhi kondisi air bersih di Kecamatan Semarang Utara, beberapa diantaranya Kelurahan Panggung Lor, Panggung Kidul, dan Plombokan. Masyarakat mengalami krisis air bersih untuk memenuhi kebutuhan air domestik rumah tanga. Penelitian bertujuan untuk (1) mengetahui kualitas sumber air di wilayah terdampak banjir rob sebagian Semarang Utara (2) mengetahui adaptasi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air domestik rumah tangga dan (3) mengetahui kebijakan pemerintah terkait adaptasi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan air domestik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kuantitatif dilakukan untuk mengetahui kualitas air berdasarkan nilai Daya Hantar Listrik (DHL) menggunakan sampel airtanah. Metode deskriptif kualitatif dilakukan dengan wawancara dan indepth interview kepada masyarakat dan informan kunci untuk mengetahui adaptasi masyarakat dan kebijakan pemerintah terkait pemenuhan kebutuhan air domestik. Hasil penelitian menunjukkan airtanah di lokasi penelitian memiliki kualitas airtanah yang kurang baik untuk pemenuhan kebutuhan air domestik. Nilai rerata DHL dari 18 sampel airtanah dangkal antara 10.000 μS/cm - 15.000 μS/cm, yang berarti bersifat payau. Nilai rerata DHL dari 34 sampel airtanah artesis yaitu 5.000 μS/cm - 14.000 μmhos/cm sehingga termasuk kategori agak payau. Adaptasi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air domestik adalah menggunakan sumber air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), air sumur artesis, dan air yang dijual eceran, serta alternatif air untuk dikonsumsi adalah air isi ulang. Rencana pemerintah untuk pemenuhan kebutuhan air bersih adalah dengan menambah saluran perpipaan PDAM dan pemanfaatan potensi airtanah, air permukaan dan air hujan dengan sistem pemanenan air hujan (Rain Water Harvesting/RWH).

Tidal flood is frequent disaster that occurs in coastal area, i.e northern of Java coastal area. The disaster causes sea water infiltrating into fresh water in North Semarang Sub District, among others are in Panggung Lor, Panggung Kidul and Plombokan villages. Clear water scarcity leads to difficulty for the households to supply domestic water needs. The objectives of this research are (1) to identify the quality of water resources in tidal flood impacted area of North Semarang (2) to identify community adaptation to supply domestic water needs and (3) to identify government policy related to community adaptation to supply domestic water needs. This research uses descriptive quantitative and descriptive qualitative method. Descriptive quantitative method is conducted to identify water quality of groundwater based on conductivity value. Descriptive qualitative method is conducted by interviewing and in depth interviewing to community and key informants in order to identify community adaptation and government policy related to supplying water for domestic needs. The result shows quality of groundwater in research area is deficient for supplying domestic water needs. Conductivity average value of 18 samples of groundwater from unconfined aquifer is 10.000 μS/cm - 15.000 μS/cm, which indicates is brackish. Conductivity average value of 34 samples of groundwater from confined aquifer is 5.000 μS/cm - 14.000 μS/cm, which indicates is slightly brackish. Kinds of community adaptation to supply domestic water needs is using clean water from Drinking Water Local Company (PDAM), confined groundwater through artesian wells, water retailer, and also alternative source of refill water for consuming needs. Government plans regarding to supplying clean water are enhancing drain piping of PDAM and maximizing the potential of groundwater, surface water, and rain water by Rain Water Harvesting/RWH system.

Kata Kunci : banjir rob, kebutuhan air domestik, kualitas air, adaptasi masyarakat, air bersih


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.