Laporkan Masalah

PENGEMBANGAN STRATEGI BISNIS UNTUK WISATA RELIGI

FETY ILMA RAHMILLAH, Andi Rahadiyan Wijaya, S.T., M.Sc.Lic., Ph.D.

2014 | Tesis | S2 Teknik Industri

Pertumbuhan penduduk muslim dunia meningkatkan pengeluaran wisata muslim. Konferensi wisata syariah pertama menghasilkan 13 rekomendasi untuk ditindaklanjuti dalam pengembangan wisata syariah. Wisata religi sebagai bagian dari wisata syariah berpotensi menjadi salah satu sektor wisata utama di Indonesia karena 89% penduduk adalah muslim. Apalagi, perkembangan penyebaran Islam di Indonesia mempunyai banyak tokoh yang berperan di dalamnya dan meninggalkan banyak bukti sejarah yang layak untuk dijaga kelestariannya. Selain itu, bagi daerah yang tidak mempunyai obyek wisata umum yang dapat diunggulkan, tetapi mempunyai obyek wisata religi, maka hal ini dapat menjadi alternatif sumber pemasukan daerah baru yang dapat dioptimalkan. Tujuan umum penelitian ini adalah mengembangkan strategi bisnis obyek wisata religi. Subyek penelitian terdiri dari 325 wisatawan religi dan 61 wisatawan umum yang dikumpulkan dengan metode retrospektif. Quality Function Deployment digunakan sebagai metode pengembangan strategi bisnis yang digabung dengan SERVQUAL, Kansei Engineering, dan Kano Model. Kesimpulannya adalah kebutuhan wisatawan religi dan umum berbeda dilihat dari kepentingan layanan, service gap, kepentingan kata kansei, respon kata kansei, dan kategori Kano. Selain itu, kebutuhan wisatawan religi dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu menurut persepsi remaja dan dewasa. Persepsi kebutuhan kalangan remaja cenderung pada kualitas layanan lingkungan fisik, sedangkan dewasa cenderung pada aspek pengembangan sumber daya manusia. Namun, dalam beberapa hal perbedaan di antara keduanya tidak terlalu signifikan. Strategi bisnis untuk mengembangkan wisata religi harus memperhatikan lingkungan fisik dan fokus pada pengembangan sumber daya manusia. Namun, ekstensi wisata religi ke wisata umum tidak boleh menghilangkan esensi religi yang ingin ditampilkan.

The growth of world’s muslim population boost muslim tourist spending. First syariah tourism conference produced 13 recommendations for developing syariah tourism. Religious tourism as part of syariah tourism has potency to be the main tourism sector in Indonesia since 89% of population is muslim. Moreover, the development and spread of Islam in Indonesia have many figures who played a role and left many historical evidences that should be preserved. In addition, it could be as an alternative source of income for area that did not have popular common tourism. The general objective of this research is to develop a business strategy for religious tourism. The subject consists of 325 religious tourists and 61 common tourists which were collected by retrospective method. Quality Function Deployment is used as a method for developing business strategy combined with SERVQUAL, Kansei Engineering, and Kano Model. The conclusion is the need of common and religious tourists is different if it is seen from importance of services, service gap, importance of kansei words, responses of kansei words, and category of Kano. Needs of adolescences tend to service quality of physical environment, whereas adults tend to human resource development. However, the gap between adolescences and adults perception does not significant in some cases. Business strategy for developing religious tourism should improve physical environment and focuss on human resource development. But, the extention of religious tourism to common tourism should not erase the essence of religious things that want to be appreared.

Kata Kunci : wisata religi, strategi bisnis, QFD, SERVQUAL, Kansei Engineering, Kano Model


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.