Efektivitas staffing pada pemerintah daerah dalam rangka otonomi daerah :: Studi tentang penempatan pegawai pada Pemda Kabupaten Ogan Komering Ulu
MARLELAH, Dr. Yeremias T. Keban
2001 | Tesis | S2 Administrasi NegaraDalam pelaksanaan otonomi daerah, dibutuhkan profesionalisme dari aparatur birokrasi pemerintah daerah, terutama para pejabat yang menduduki jabatan-jabatan struktural. Mengingat mereka ini merupakan penggerak utama dalam penyelengaraan fungsi-fungsi birokrasi pemda, maka penyusunan personil (staffing) yang efektif dalam suatu jabatan struktural merupakan salah satu kegiatan yang membutuhkan perhatian serius. Melalui penempatan pegawai yang tepat dalam suatu jabatan struktural diharapkan dapat tercipta aparatur yang profesional. Dalam penelitian ini akan menjelaskan efektivitas penyusunan pegawai (staffing) dalam jabatan struktural di pemda Kabupaten Ogan Komering Ulu, agar diketahui tentang faktor-faktor penentu efektivitas staffing dalam ha1 ini ketepatan pegawai dalam menduduki suatu jabatan struktural, sehingga akhirnya akan dirumuskan rekomendasi yang dapat meningkatkan efektrvitas staffing di masa mendatang. Untuk mengetahui efektivitas staffing, penulis mengembangkan kerangka kajian dengan menggunakan pendekatan/model sistem dalam menganalisis efektivitas staffing, dengan tiga variabel pokok sebagai komponen sistem yaitu: variabel input, variabel proses transformasi, dan variabel output. Sebagai variabel input ditetapkan: a). faktor ketersediaan SDM yang dimiliki, b). faktor informasi analisis jabatan, c) faktor struktur organisasi dan d). faktor budaya organisasi. Sedangkan variabel proses transformasi meliputi: a). Prosedur/mekanisme dalam proses seleksi dan penempatan; dan b). objektivitas dalam penempatan. Dari hasil analisis data dengan mengunakan analisis diskriptif kualitatif, dapat dikemukakan bahwa penyusunan pegawai (staffing) dalam jabatan struktural belum efektif. Hal ini dilihat dari: masih banyaknya jabatan yang dipegang oleh orang yang memiliki keahlian dan keterampilan yang tidak sesuai dengan kualifikasi jabatannya; masih banyak jabatan yang dipegang oleh pejabat yang tidak mempunyai kemampuan, baik kemampuan dalam melaksanakan tugas pokok jabatannya, maupun kemampuan dalam menghadapi perubahan; serta kurangnya pegawai yang memiliki kesediaan/motivasi tingi terhadap tugas jabatannya. Stafing yang kurang efektif ini dalam kenyataannya ditentukan oleh variabel input yang kurang baik atau kurang mendukung, demikian juga dengan variabel proses trasformasi, ditemukan subjektivitas sangat menentukan ketidak efektifan penyusunan pegawai. Untuk menciptakan penyusunan pegawai yang efektif sehingga tercipta SDM yang profesional melalui jabatan struktural, rekomendasi yang diusulkan adalah: perlu koordinasi dalam melakukan analisis jabatan untuk menetapkan kualifikasi jabatan; mengoptimalkan pemanfaatan tenaga-tenaga berkualitas yang dimiliki; mendesain struktur organisasi yang efektif, logis dan fleksibel, mengubah budaya organisasi sehingga perilaku yang mendukung keberhasilan organisasi dikembangkan; mengembangkan sistem meritokrasi dengan dibuat standar penilaian yang baku dan dilakukan fit and profer test secara sunguh-sungguh bagi pejabat inti di daerah.
Implementation of regional autonomy needs professionalism from the local government official especially those in structural position. Since they are the main driver in regional bureaucratic function, the effective staffing planning in structural position must be one of the serious concerns. By placing the right man in the right position, hopefully we can develop professional government officers. This research will explain effectiveness of stafing planning in structural positions at Kabupaten Ogan Komering Ulu local government from which we could determine factors which affect the staffing effectiveness. This research will give recommendation in improving the staffing effectiveness in the hture. The author develop framework by using system approach to analyze staffing effectiveness with 3 major variables as system components. Those variables are input, transformation process and output variable. Tnput variable contains of a). human resources availability, b). job analysis information, c)organizational structure, and d). organizational culture. Transformation process variable contain of a). selection and placing mechanisdprocedure, b). objectivity in placing decision. Data analysis by using qualitative descriptive analysis shown that staffing decision in structural position is not effective yet. It can be seen from too many positions which are hold by persons who do not have knowledge and skill which match the position needs. There is also too many positions hold by those who do not have enough ability either in doing his job or in facing the changes. Moreover, the officers are lacking of motivation in doing their jobs. Ineffective staffing actually would be influenced by insufficient support from input variable. At the transformation process variable, there is still subjectivity would give great impact in staffing decision. In developing effective staffing which can develop professional human resources, this search recommends as foIIow: implementing the position analysis in designing officer’s requirement in holding that position; optimizing talented officers; designing effective, logic and flexible organization structures, change the organizational culture which can develop value that can improve organization effectiveness; improving meritocracy system by developing measurement standard and implementing fit and proper test for major position in the local government.
Kata Kunci : Pemerintah Daerah,Staf,Otonomi Daerah