Laporkan Masalah

DISTRIBUSI KASUS KEMATIAN DENGAN ASFIKSIA DI INSTALASI KEDOKTERAN FORENSIK RSUP Dr. SARDJITO TAHUN 1993-2013

VIRGIEN EKA MERDEKAWATI SALINA, dr.Yudha Nurhantari,Ph.D,Sp.F dr.Hendro Widagdo,Sp.F

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Angka kematian tidak wajar saat ini semakin meningkat. Berbagai faktor ikut berperan di dalam meningkatnya angka kematian tidak wajar tersebut. Asfiksia akibat bunuh diri merupakan satu dari tiga penyebab utama kematian pada usia 15 - 34 tahun, selain karena kecelakaan. Di tahun 2005, sedikitnya 50.000 orang Indonesia melakukan bunuh diri dan diperkirakan 150 orang di Indonesia melakukan bunuh diri setiap hari. Indonesia merupakan negara berkembang dan memiliki data yang meningkat dari tahun ke tahun mengenai kasus kematian tidak wajar. Tujuan: Mengetahui distribusi kasus kematian dengan asfiksia di DIY – Jawa Tengah dan masalah-masalah yang mendasarinya. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif retrospektif. Hasil: Dari hasil penelitian diperoleh jumlah kasus kematian dengan asfiksia yang masuk ke Instalsasi Kedokteran Forensik RSUP dr. Sardjito tahun 1993 sampai dengan tahun 2013 berjumlah 529 kasus kematian. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mencatat data sekunder dari rekam medis tahun 1993-2013. Dari data yang terkumpul dikelompokkan berdasarkan frekuensi kasus asfiksia tiap tahun, jenis kelamin laki laki perempuan, umur, tanda-tanda yang ditemukan, lokasi wilayah TKP, sebab kematian lain, jenis pemeriksaan luar pemeriksaan dalam, dan cara kematian. Kesimpulan: Tidak terjadi peningkatan angka kematian dengan asfiksia antara tahun 1993 sampai dengan 2013, jumlah kematian setiap tahunnya lebih cenderung fluktuatif dengan cara dan penyebab tersering dari kematian dengan Asiksia adalah trauma mekanik pada kecelakaan. Insidensi terdadinya kematian dengan asfiksia pada laki-laki lebih tinggi yaitu sebanyak 71,8%, sedangkan pada perempuan sebanyak 28,2% dengan usia tersering terjadi kematian dengan asfiksia adalah antara usia 21 hingga 30 tahun. Lokasi di DIY-Jawa Tengah terbanyak yang menjadi TKP kematian dengan asfiksia berada di wilayah Sleman, yaitu 34,8% dari seluruh kasus kematian.

Background: Nowadays, unnatural mortality rate is increasing. Various factors play a role in the increase in unnatural mortality rate. Asphyxia due to suicide is one of the three main causes of mortality at the age of 15-34 years old, in addition to accidents. In 2005, at least 50,000 Indonesians committed suicide Indonesia and it is estimated that 150 people in Indonesia commit suicide every day. Indonesia is a developing country and has increased data from year to year on unnatural mortality cases. Objective: To determine the distribution of unnatural mortality by asphyxia in Special Region of Yogyakarta - Central Java and underlying issues. Methods: The research used retrospective descriptive method. Results: From the research results, the number of mortality cases by asphyxia which get into Installation of Forensic Medicine of Dr. Sardjito Central General Hospital from the year 1993 to 2013 is 529 mortality cases. The data collection was conducted by recording the secondary data from the medical records from the year 1993 to 2013. From the data collected, they were grouped based on the frequency of asphyxia cases each year, gender female/male, age, the signs found, the location of the scene, other causes of mortality, the type of external examination and internal examination, and the method of death. Conclusion: There is no increase in mortality rate by asphyxia from the year 1993 to 2013, the number of mortality each year is more likely to fluctuate, with the most common cause and method of mortality is the mechanical trauma of accidents. The incidence of mortality by asphyxia in males is higher, i.e. 71.8%, whereas in women is 28.2%, with the most common age of mortality by asphyxia is between the age 21 and 30 years old. The most frequent location of the scene of mortality by asphyxia in Special Region of Yogyakarta and Central Java is Sleman, i.e. 34.8% out of the entire mortality.

Kata Kunci : Asfiksia, Distribusi Kematian, Visum et Repertum


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.