POLA PERLUKAAN AKIBAT KEKERASAN BENDA TAJAM PADA KORBAN YANG DIOTOPSI DI INSTALASI KEDOKTERAN FORENSIK RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA TAHUN 2010-2013
BAIQ DESSY RESMANA DEWI, dr. Wikan Basworo, Sp.F ; dr. IBG. Surya Putra Pidada, Sp.F
2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERINTISARI Latar Belakang: Perlukaan yang dihasilkan dari benda yang runcing ataupun benda yang memiliki sisi yang tajam dikategorikan sebagai �¢ï¿½ï¿½luka akibat benda tajam�¢ï¿½ï¿½. Luka benda tajam tersebut dicirikan dengan pemisahan jaringan yang mengalami trauma secara relatif cukup jelas dan terjadi ketika bagian tajam atau runcing dari benda tersebut bersentuhan secara langsung dengan kulit atau jaringan dibawah kulit. Tujuan: Mengetahui gambaran karakteristik pola perlukaan akibat kekerasan benda tajam pada korban yang diotopsi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2010- 2013 Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif observasional. Penelitian ini dilaksanakan di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP DR. Sardjito pada bulan Februari 2014-Mei 2014. Data berasal dari 22 Visum et Repertum tahun 2010-2013. Data dianalisis dengan table dan grafik. Hasil: jumlah kasus korban akibat kekerasan benda tajam pada tahun 2010-2013 berfluktuasi setiap tahunnya. Terdapat 22 kasus dengan proporsi 4% yang termasuk relative kecil dari seluruh kasus yang diotopsi pada tahun 2010-2013. 13 (59,09%) korban berumur 18 hingga 30 tahun terdiri dari 8(36,4%) korban laki-laki dan 1(4,6%) korban perempuan. Kepala(50%) dan dada(45,45%) merupakan lokasi luka yang paling banyak dialami oleh korban. Luka tusuk paling banyak pada dada,kepala,perut.Luka multiple(59,18%) lebih banyak dari luka single. Kesimpulan: jumlah kasus korban akibat kekerasan benda tajam pada tahun 2010-2013 berfluktuasi setiap tahunnya. Terdapat 22 kasus dengan proporsi 4% yang termasuk relative kecil. Kebanyakan korban akibat benda tajam berada pada kelompok usia 18 hingga 30 tahun.Kebanyakan korban akibat benda tajam adalah laki- laki.Lokasi luka tajam paling banyak terdapat pada kepala dan dada.Luka Tusuk merupakan luka yang paling banyak disusul oleh luka iris.Luka multipel lebih banyak dari luka single Kata kunci: pola perlukaan �¢ï¿½ï¿½ kekerasan akibat benda tajam �¢ï¿½ï¿½ benda tajam �¢ï¿½ï¿½ korban �¢ï¿½ï¿½ otopsi.
ABTRACT Background: Injuries produced by pointed objects or objects with sharp edges are referred to as �¢ï¿½ï¿½sharp force injuries.�¢ï¿½ï¿½ Sharp force injuries are characterized by a relatively well-defined traumatic separation of tissues, occurring when a sharp-edged or pointed object comes into contact with the skin and underlying tissues Objective: This study aims to find out the characteristic of injuries pattern of death caused by sharp force to the victim autopsied in Installation Forensic Medicine RSUP DR. Sardjito Yogyakarta year 2010-2013. Method: This study used descriptive observational as a method. This study has been carried out in Installation Forensic Medicine RSUP DR. Sardjito on February 2014- May 2014. Subjects of this study are the 22 of dead victim autopsied year 2010-2013. The data were analyzed using table and chart. Result: The number of violence victim cases caused by sharp force is fluctuant by year. There are 22 cases with 4% proportion which means relatively small from the whole cases that autopsied year 2010-2013.13 (59,09%) victims are 18 until 30 years old. Consists of 10 males dan 3 females. Head(50%) and chest(45,45%) are the most common site injuries experienced by victims. The most common type of injuries are stab wound on chest, head,abdomen. Multiple injuries (59,18%)more than single injuries. Conclusion: The number of violence victim cases caused by sharp force is fluctuant by year. There are 22 cases with 4% proportion which means relatively small from the whole cases that autopsied year 2010- 2013. The most common age of victims are 18 until 30. The most common victims are males. The most common site injuries are head and chest. The most common type of injury is stab wound and then incised wound. Multiple injuries more than single injuries. Key words: wound pattern �¢ï¿½ï¿½ sharp force �¢ï¿½ï¿½ sharp object �¢ï¿½ï¿½ victim �¢ï¿½ï¿½ autopsy.
Kata Kunci : pola perlukaan, kekerasan akibat benda tajam, benda tajam, korban, otopsi