Laporkan Masalah

PERSAHABATAN DAN KECERDASAN EMOSI SEBAGAI PREDIKTOR KEBAHAGIAAN PADA DEWASA MUDA

ditta febrieta, Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si

2014 | Tesis | S2 Psikologi

Kebahagiaan dipandang penting selama masa perkembangan dalam kehidupan manusia. Kebahagiaan yang dirasakan individu akan berbeda pada setiap tahapan perkembangan lainnya. Dewasa muda dikatakan sebagai masa yang paling bahagia dalam tahapan perkembangan namun memiliki banyak permasalahan yang harus dihadapi. Adanya sahabat dan kecerdasan emosi yang dimiliki dewasa muda akan mempengaruhi kebahagiaanya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran persahabatan dan kecerdasan emosi terhadap kebahagiaan pada dewasa muda. Subjek penelitian berjumlah 164 mahasiswa program sarjana Universitas Gadjah Mada. Alat ukur pada penelitian ini, yaitu skala kebahagiaan, skala persahabatan, dan skala kecerdasan emosi. Hasil analisis regresi ganda menunjukkan bahwa persahabatan dan kecerdasan emosi secara bersama-sama mempengaruhi kebahagiaan (R = 0,522), dengan skor F sebesar 30,199 dan p < 0,01. Persahabatan dan kecerdasan emosi secara bersama-sama memberikan sumbangan efektif sebesar 27,3%. Persahabatan memberikan sumbangan efektif terhadap kebahagiaan sebesar 5,9% dan kecerdasan emosi memberikan sumbangan efektif terhadap kebahagiaan sebesar 21,4%.

Happiness was regarded as an important matter during the developmental period in the human’s life. The happiness perceived by individuals would be different from one developmental stage to another. Young adulthood is known as the happiest developmental period; however, there are lots of problems that young adults should be encountered. The existence of best friend and emotional intelligence possessed by young adults would influence their emotion. Therefore, the research finds the role of happiness and emotional intelligence in the happiness perceived by young adults. Subjects on this research were 164 students of undergraduate degree in Gadjah Mada University. Scales on this research are happiness scale, friendship scale, and emotional intelligence scale. Multiple regression statistic analysis found that friendship and emotional intelligence affect happiness (R = 0,522) in young adulthood with F score 30,199 and p <0,01. Both, friendship and emotional intelligence altogether provide effective contribution by 27,3%. Friendship provides effective contribution by 5,9% and emotional intelligence provides effective contribution by 21,4%.

Kata Kunci : Kebahagiaan pada dewasa muda, Persahabatan, Kecerdasan emosi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.