DAMPAK KEBIJAKAN PEMBATASAN IMPOR BAWANG MERAH TERHADAP USAHA TANIBAWANG MERAH DI KABUPATEN PROBOLINGGO
Mohammad Wahyudin, Prof. Dr. Ir Moch. Maksum, M.Sc.
2014 | Tesis | S2 Teknologi Industri PertanianPada bulan Januari hingga Agustus 2013, pemerintah menerapkan kebijakan pembatasan impor berbasis kuota, yang diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian No.60/Permentan/OT.140/9/2012 dan Peraturan Menteri Pertanian No.47/Permentan/OT.140/4/2013. Kemudian, pada bulan September 2013 pemerintah mengubah kebijakan pembatasan impor berbasis kuota menjadi kebijakan pembatasan impor berbasis harga, yang diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian No.86/Permentan/OT.140/8/2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh kebijakan pembatasan imporberbasis kuota dan berbasis harga terhadap proteksi, profitabilitas, dan efisiensi usaha tani bawang merah. Lebih lanjut, penelitian ini juga bertujuan untuk menemukan alternatif kebijakan untuk meningkatkan proteksi dan profitabilitas usaha tani bawang merah. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode PAM (Policy Analysis Matrix)dan AHP (Analytical Hierarchy Process). Pemberlakuan kebijakan pembatasan impor berbasis kuota telah membuat proteksi terhadap usaha tani meningkat sebesar 159%, profitabilitas meningkat sebesar 277%, dan efisiensi meningkat sebesar 57%. Sedangkan penerapan pembatasan impor berbasis harga telah membuat proteksi dan profitabilitas usaha tani turun – masing-masing – sebesar 28% dan 64% , dan efisiensinya hanya meningkat senilai 1,7%.Selanjutnya, untuk meningkatkan proteksi dan profitabilitas usaha tani bawang merah, petani berharap agar pemerintah memprioritaskan kebijakan tentang pengembangan bibit unggul,penyediaan pupuk bersubsidi secara merata dan konsisten, pemberlakuan harga pembelian minimum di tingkat petani, dan penyediaan layanan informasi harga bawang merah terkini di tingkat kabupaten.
On January - August 2013, the government implemented a quota-based import restriction policy for the shallot. While on September 2013, the government then changed it into a price-based import restriction. This research aims to determine how the impact of the quota-based and price-based import restrictions to the level of protection, profitability, and efficiency of farm. This research also aims to find alternative policies to increase the protection and profitability of farm. The method of analysis used in this research is PAM (Policy Analysis Matrix) method. The results showed that protection, profitability, and efficiency of farm increased 159%, 277%, and 57% after the policy of quota-based import restriction. While protection and profitability of farm decreased 28% and 64%, and efficiency of farm increased 1,7% after the policy of price-based import restriction. Meanwhile, farmers neededimprovement of seeds quality, provision of fertilizer subsidies based on farmers’ needs, implementation of the minimum price of shallots at the farm level, and provision of information services for the price of shallots to increase the protection and profitability of farm.
Kata Kunci : dampak kebijakan, pembatasan impor, bawang merah, Probolinggo