Laporkan Masalah

Pertimbangan Kepemilikan Hak Cipta Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung No.768 k/PDT.Sus/2010 Terhadap Putusan Pengadilan Niaga No. 31/Hak Cipta/2010/PN.Niaga.Jkt.Pst

Dyah Retno Pitasari, Hariyanto, SH., M.Kn.

2014 | Tesis | S2 Ilmu Hukum

Penelitian ini mengangkat kasus sengketa kepemilikan Hak Cipta atas objek larutan penyegar dengan lukisan badak antara Wen Ken Drug dengan PT. Sinde Budi Sentosa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa faktor – faktor penyebab putusan Mahkamah Agung yang bertolak belakang dengan putusan Pengadilan Niaga, dan untuk menganalisis kesesuaian putusan Mahkamah Agung dengan Undang – Undang Hak Cipta. Metodologi penelitian yang digunakan antara lain jenis penelitian yang bersifat yuridis normatif. Bahan penelitian menggunakan bahan hukum primer antara lain Undang – Undang Hak Cipta, konvensi, dan putusan pengadilan, bahan hukum sekunder berupa buku, makalah seminar, dan jurnal, bahan hukum tersier berupa kamus hukum, kamus Bahasa Inggris, Black’s law dictionary. Studi dokumen dipilih menjadi alat penelitian dalam pengumpulan data penelitian ini. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian yang didapat antara lain faktor – faktor penyebab putusan Mahkamah Agung yang bertolak belakang dengan putusan Pengadilan Niaga adalah pertama: pembuktian objek Hak Cipta – Wen Ken Drug tidak bisa memberi bukti yang meyakinkan majelis hakim bahwa ia pemegang Hak Cipta dari Negara Singapura, kedua: subjeknya – Wen Ken Drug bukan pencipta, ketiga: kepemilikan – pembatalan pendaftaran Hak Cipta atas Merek Cap Kaki Tiga. Menjawab pertanyaan kedua, Putusan Mahkamah Agung tidak sesuai dengan Undang – Undang Hak Cipta dalam hal Pasal 2 ayat 2 tentang Pencipta, Pasal 24 tentang hak moral, lisensi dalam Pasal 45, pelanggaran Hak Cipta dalam Pasal 55, dan perlindungan hukum Ciptaan warga negara asing dalam Pasal 76 Undang – Undang Hak Cipta.

This research is to address the dispute regarding the copyright ownership of cooling water product with rhinos image between Wen Ken Drug and PT Sinde Budi Sentosa. The purpose of this research is to determine the factors that cause The Supreme Court decision contrary to the Commercial Court decision, and to analyze the conformity of Supreme Court ruling with the Indonesia Copyright Act. The methodology used in this study is juridical normative. The research material uses primary resources of law such as Copyright Act, conventions, and court decision; secondary resources for example books, magazines, conference papers, and journal related to the study; as well as tertiary resources i.e. legal dictionaries. Documentary study is utilized as analysis tool in data collection. The research findings are factors that affect the contradiction between Supreme court decision and that of the Commercial Court. These are first: proof of copyright ownership from Singapore that cannot be provided by Wen Ken Drug before the panel of judges; second: subject of copyright which means Wen Ken Drug was not the author; third: the ownership, the Supreme Court in its own authority – judex facti – ruled that the registration of the rhinos image be cancelled, the Commercial Court rescinded, and the claim unacceptable. In addition, the Supreme Court ruling did not reflect the Copyright Act Article 2 paragraph 2 concerning the Author, Article 24 regarding moral rights, license regulation in Article 45, copyright infringement in Article 55, and legal protection for non-Indonesian works in Article 76.

Kata Kunci : Hak Cipta, kepemilikan, perlindungan hukum, putusan pengadilan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.