Laporkan Masalah

PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Yusuf Prasetyo, Prof. Dr. Su Ritohardoyo, M.A.

2014 | Tesis | S2 Kependudukan

Salah satu penyebab hingga saat ini Bangsa Indonesia masih terus berkutat dengan masalah kependudukan adalah karena belum adanya kesadaran masyarakat mulai dari elit bangsa sampai pada tataran keluarga tentang masalah kependudukan. Belum adanya kesadaran masyarakat tersebut akibat dari masih minimnya pengetahuan masyarakat tentang kondisi kependudukan Indonesia pada saat ini, sehingga untuk memecahkan masalah kependudukan diperlukan suatu wahana untuk membentuk pola pikir, pola sikap, dan perilaku masyarakat yang peka (sensitive) dan tanggap (responsive) terhadap masalah kependudukan. Salah satu wahana yang dianggap paling efektif untuk membentuk pola dan perilaku tersebut adalah melalui pendekatan pendidikan kependudukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja tentang pendidikan kependudukan dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan remaja tentang pendidikan kependudukan. Penelitian dilakukan terhadap 200 orang responden remaja di 5 kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengumpulan data dilaksanakan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara statistik menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik biner pada α = 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa 60 persen remaja di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki tingkat pengetahuan yang rendah tentang pendidikan kependudukan, terdapat perbedaan tingkat pengetahuan remaja tentang pendidikan kependudukan di 5 kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang pendidikan kependudukan adalah tingkat pendidikan (signifikansi 0,002) dan akses terhadap media massa (signifikansi 0,008).

One reason why Indonesian nation to this day still continues to struggle with population problems was caused by lack of public awareness about population problem start from the nation's elite up to family level. Lack of awareness is a result from lack of public knowledge about the condition of Indonesian population at this time, so it is necessary to solve the population problem with a mode that form a mindset, attitudes, and behavior of people who are sensitive and responsive to the population problem. One mode considered as the most effective to establish the pattern and behavior is through population education. This study aims to determine the level of adolescent knowledge about population education and factors that influence adolescent knowledge about population education. The study was conducted on 200 adolescent in 5 districts/cities in Daerah Istimewa Yogyakarta. Data collection is carried out by using a questionnaire and analyzed statistically using the chi-square test and binary logistic regression at α = 5 %. The analysis showed that 60 percent of adolescent in Daerah Istimewa Yogyakarta has a low level of knowledge about population education, there are differences level of adolescent knowledge about population education in 5 district/cities in Daerah Istimewa Yogyakarta, and factors that significantly influence the level of adolescent knowledge about population education is the education level (significance 0.002) and access to mass media (significance 0.008).

Kata Kunci : Remaja, Pengetahuan Pendidikan Kependudukan, Faktor Sosiodemografi, Daerah Tempat Tinggal, Akses Media Massa


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.