Laporkan Masalah

PEMBANGUNAN KEKUATAN PERTAHANAN INDONESIA DIBAWAH PEMERINTAHAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Yusuf Arifin, SIP., Drs. Dafri Agusalim, MA.

2014 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan Internasional

Pertanyaan utama di dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana respon (kebijakan pertahanan) pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono terhadap perkembangan kekuatan militer kawasan dan apakah kebijakan pemerintahan SBY tersebut mampu meningkatkan kekuatan militer Indonesia, sehingga memiliki daya tangkal yang memadai terhadap potensi ancaman militer yang ada di kawasan. Tujuan utama dari penulisan ini adalah untuk mengetahui lebih jauh tentang kondisi pertahanan Indonesia jika di hadap kan pada lingkup Asia Tenggara dan bagaimana sebenarnya respon pemerintahan Presiden Yudhoyono dalam kaitannya dengan upaya membangun militer Indonesia. Selain itu juga untuk mengetahui secara terperinci mengenai hambatan dan tantangan mewujudkan kekuatan Minimum Essential Force. Penulis mengumpulkan data dari buku utama Buku Putih Pertahanan Indonesia dan buku-buku lain terutama yang berhubungan dengan pertahanan Negara. Sedangkan data tambahanya berupa buku-buku mengenai teori security delima dan artikel dari internet yang berhubungan dengan analisis penelitian. Hasil analisis menunjukkan pembangunan pertahanan Indonesia tahun 2004-2014 di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjukan peningkatan yang sigifikan terutama dalam perbaikan alat utama sistem senjata (Alutsista) dan alokasi anggaran pertahanan negara guna mewujudkan profesionalitas personel Tentara Nasional Indonesia.

The major problems in this research are what is the response of Susilo Bambang Yudhoyono (defense policy) facing the military strength of the South East Asia Region and does the defense law could increase Indonesian military power against military threat of South East Asia Region. The main objective of this graduating paper is to reveal the condition of Indonesian defense in South East Asia and how is the response of Yudhoyono‟s government due to the development of Indonesian military, and also to know furthermore about the obstacles in order to achieve Minimum Essential Force. The writer collects the data from Indonesian defence white books and also literatue of military. The secondary data sources are other sources related to the analysis, such as books of literary security dilemma theories and articles from internet. The analysis shows that Indonesian development program on military force since 2004 – 2014 above the Yodhoyono‟s government reach its goal, modernization on the military armed equipment and optimalization budgeting to provide profesionalisme professional Indonesian military personel is well implemented.

Kata Kunci : Pertahanan Indonesia, Kekuatan Militer (Postur), Sekuriti Delima, Pembangunan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.