Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA STATUS KLINIKOPATOLOGIS PADA PENDERITA KANKER PAYUDARA LANJUT LOKAL YANG MENJALANI MASTEKTOMI RADIKAL MODIFIKASI PASCA KEMOTERAPI NEOAJUVANT DENGAN KEJADIAN METASTASIS JAUH

I. ANDI TEJO SAMPURNA, dr. Kunta Setiadji, SpB(K)Onk.

2014 | Tesis | S2 Ilmu Bedah

Latar Belakang: Kanker payudara saat ini menduduki peringkat kedua terbanyak penyakit kanker dan menduduki peringkat pertama penyakit kanker pada wanita. Kejadian kanker payudara lanjut lokal (KPLL) di Indonesia cukup tinggi antara 40% - 80% dan kejadian metastasis jauh mencapai 62,5% dimana angka kematian pada KPLL sekitar 12% - 37% yang disebabkan oleh metastasis jauh pasca operasi dan kemoterapi, Timbulnya metastasis jauh bisa dipengaruhi oleh faktor klinis ,patologis dan terapinya. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan dan kekuatan status klinikopatologi KPLL yang menjalani mastektomi radikal modifikasi pasca kemoterapi neoajuvan dengan kejadian metastasis jauh. Subyek Penelitian: Penderita kanker payudara yang menjalani mastektomi radikal modifikasi pasca kemoterapi neoajuvan di RSUP Dr Sardjito pada Januari sampai Desember 2010. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan rancangan kohort retrospektif. Uji statistik yang digunakan adalah univariat dengan kai-kuadrat dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil Penelitian: Jumlah populasi pada penelitian ini ada 84 penderita KPLL, kelompok umur kurang dari 40 tahun tahun terdapat 14 orang (16,7%), lebih atau sama dengan 40 tahun 70 orang (83,3%). Ukuran tumor paling banyak adalah lebih atau sama dengan 5 cm yaitu 58 orang (69,0%). Stadium klinik paling banyak IIIA sebesar 54 orang (64,3%), grade III ada 43 orang (51,2%), jumlah limfonodi aksila yang terlibat 1- 3 sebanyak 47 orang (56%). Subtipe imunohistokimia luminal A sebanyak 49 orang (58,3%), luminal B ada 7 orang (8,3%), triple negative ada 11 orang (13,1%) dan HER- 2 overexpression ada 17 orang (20,2%). Rekurensi 16 orang(19%), metastasis jauh 11 orang (13,1%) ke Tulang 6orang (54,5%) dari LuminalA 4 orang,ke Paru 4orang (36,4%) dari luminalA 3orang dan ke Otak ada 1orang (9,1%) dari LuminalA , Pada penelitian ini hanya status Rekurensi yang bermakna (p=0,000), Dari uji regresi logistik, status Rekurensi merupakan faktor prediktif ,dimana status rekurensi memliliki kecenderungan untuk metastasis jauh sebesar 22 kali dibanding faktor lainnya. Kesimpulan: Status rekurensi berhubungan dengan kejadian metastasis jauh dan memprediksi terjadi metastasis jauh sebesar 22 kali dibandingkan faktor yang lain. Kata Kunci: status klinikopatologi, status rekurensi, kanker payudara lanjut lokal, mastektomi radikal modifikasi, kemoterapi neoajuvan, metastasis jauh

Background : Breast cancer is currently ranked the second most common cancers and cancer ranked first in women. The incidence of locally advanced breast cancer (LABC) in Indonesia is considerably high, between 40% - 80%, with distant metastases rate about 62,5% whereas mortality rate in LABC from 12% - 37% caused by distant metastases of cancer after surgery and chemotherapy. The development of distant metastases can be affected by clinicopathologic factors and its treatment. Goals : To find the correlation and strength of clinicopathologic characteristics in patients with LABC who underwent modified radical mastectomy after neoadjuvant chemotherapy with the incidence of distant metastases. Subjects : Breast cancer patients who underwent modified radical mastectomy after neoadjuvant chemotherapy in Dr Sardjito Hospital from January to December 2010. Methods : This was a retrospective cohort study. The statistical test used was chi-squared for univariate analysis and logistic regression for multivariate analysis. Results : The number of subjects in this study is 84 patients with LABC, age group less than 40 years old there were 14 patients (16,7%), equal or greater than 40 years old were 70 patients (83,3%). Tumor size found at most was greater or equal to 5 cm, in 58 patients (69,0%). Clinical stage found at most was IIIA in 54 patients (64,3%), and stage III in 43 patients (51,2%), lymph nodes involved number was 1-3 in 47 patients (56%). The immunohistochemical subtype luminal A, luminal B, triple negative, and HER-2 overexpression was found in 49 (58,3%), 7 (8,3%), 11 (13,1%) and 17 patients (20,2%), respectively. Recurrence was developed in 16 patients (19%), and distant metastases was found in 11 patients (13,1%) which consisted of bone metastases 6 patients (54,5%) from subtype Luminal A 4 patients, lung metastases 4 (36,4%) from subtype Luminal A 3 patients, and brain metastases was found in 1 patient with subtype Luminal A as well (9,1%). In this study, recurrence status was the statistically significant result (p=0,000), and based on the logistic regression test, recurrence status was a predictor factor with distant metastases tendency 22 times higher compared with other factors. Conclusion : Recurrence status is correlated with distant metastases and predict distant metastases 22 times compared to other factors. Keywords : clinicopathologic status, recurrence status, locally advanced breast cancer, modified radical mastectomy, neoadjuvant chemotherapy, distant metastases.

Kata Kunci : status klinikopatologi, status rekurensi, kanker payudara lanjut lokal, mastektomi radikal modifikasi, kemoterapi neoajuvan, metastasis jauh


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.