Laporkan Masalah

Kontribusi Pendapatan Usaha Industri Tahu Terhadap Pendapatan Rumahtangga Di Desa Leses, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah

FARISA AFIP WIRYATMO, Dr. Sri Rum Giyarsih, M.Si.

2014 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian ini dilakukan di Desa Leses, Kecamatan M anisrenggo, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sosial-ekonomi rumahtangga pengusaha industri tahu, mengetahui sistem pemasaran dan daerah pemasaran produksi tahu, dan mengetahui kontribusi pendapatan industri tahu terhadap pendapatan total rumahtangga pengusaha industri tahu. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan cara sensus. Data yang digunakan dalam penelitian yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara menggunakan kuesioner terkait dengan tujuan penelitian. Data sekunder diperoleh dari instansi yang terkait, data sekunder digunakan untuk menunjang atau memperkuat analisis. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif berupa tabel frekuensi tunggal, dan tabel silang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1.a). Terdapat 24 pengusaha yang memiliki 1-4 orang anggota rumah tangga. 1.b). tingkat pendidikan pengusaha industri tahu didominasi tamat/lulus SD se dangkan pendidikan anggota rumahtangga didominasi tamat/lulus SMA. 1.c). mayoritas usia pengusaha dan anggota rumahtangga termasuk dalam usia produktif yaitu antara 15 -64 tahun. 1.d). terdapat 7 (22,58%) pengusaha yang lama menjalankan usaha industri tahu kurang dari 20 tahun. 1.e). Mayoritas pekerjaan sampingan pengusaha sebagai petani. Pekerjaan utama anggota rumahtangga mayoritas sebagai pelajar dan tenaga kerja industri tahu, pekerjaan sampingan di sektor industri tahu sebagai tenaga kerja; 2.) sistem pemasaran yang banyak digunakan pengusaha yaitu sistem produsen � konsumen dan mayoritas daerah tujuan pemasaran pengusaha di pasar tradisional di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta; 3). terdapat 15 pengusaha yang berkontribusi pendapatan 30% - 60% terhadap pendapatan total rumahtangga.

This research was conducted in Leses village, Manisrenggo district, Klaten regency, Central Java. The research was intended to identify the household entrepreneur social economic characteristic of tofu industry, to identify marketing system and marketing area of tofu industry and contribution of income from tofu industry to total household income of tofu industry in the research area. It used survey method using sensus technique. Data consisted of primary and secondary data. Primary data was obtained from interview using questionnaire related to research objective. Secondary data was obtained from related institution. Secondary data was used to support analysis. The research used descriptive analysis, single frequency table and cross tab. The results show that 1.a) There are 24 entrepreneurs having 1-4 member of household, 1.b) Education level of entrepreneur is dominated by elementary school graduates and education level of member of househ old is dominated by senior high school graduates, 1.c). The majority of entrepreneurs and household member age are included in the productive age between 15-64 years. There are 7 (22,58%) entrepreneur have run their business below 20 years. The majority of entrepreneur side job as a farmer. Main occupation of household member is students and labour of tofu industry, side job of household member is familial workforce in the tofu industry. 2). The tofu industry used marketing system of producer-consumer system. The majority of marketing area of this industry is traditional market include Yogyakarta Special territory. 3). There are 15 tofu entrepreneur with income from tofu business contribute above 30% - 60% to total household income.

Kata Kunci : industri tahu , kontribusi pendapatan, Desa Leses


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.