Laporkan Masalah

DINAMIKA PENGGUNAAN LAHAN DAN PARTISIPASI MASYARAKAT PADA HUTAN LINDUNG MUTIS TIMAU YANG DIKELOLA DENGAN POLA AGROFORESTRI (Studi Kasus di Desa Fatukoto dan Ius Molo, Kabupaten Timor Tengah Selatan)

YAKUB BENU, Dr. Budiadi, S.Hut., M.Agr.Sc.

2014 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Kecamatan Mollo Utara merupakan wilayah yang berada di sekitar kawasan Hutan Lindung yang merupakan contoh lokasi praktek agroforestri yang berkembang seiring berjalannya waktu. Demikian pula, partisipasi masyarakat juga berbeda seiring dengan dinamika agroforestri yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika agroforestri pada Hutan Lindung Mutis Timau khususnya pada desa Ius Molo dan Fatukoto dan mengetahui tingkat partisipasi masyarakat serta faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan tingkat partisipasi dalam kegiatan agroforestri. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Komponen penyusun utama Hutan Lindung Mutis Timau (Ampupu dan Cemara) ditentukan oleh Dinas Kehutanan sedangkan komponen penyusun lain ditentukan oleh masyarakat setempat. Semakin bertambahnya riap (tinggi, diameter, LBD dan volume) komponen utama menyebabkan pengelolaan dengan agroforestri semakin menurun. Indeks diversitas menunjukan bahwa pada tegakan muda dan sebagian tegakan sedang memiliki diversitas spesies yang tinggi sedangkan pada tegakan tua dan sebagian dari tegakan sedang memiliki diversitas spesies yang rendah. Analisis partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Hutan Lindung Mutis Timau dengan pola agroforestri menunjukan bahwa 11,79% masyarakat memiliki partisipasi yang tinggi, 29,17% memiliki partisipasi sedang dan 59,05% di antaranya memiliki partisipasi yang rendah. Dinamika penggunaan lahan yang terjadi pada Hutan Lindung Mutis Timau yaitu pada tegakan muda dikombinasikan dengan tanaman pangan, pada tegakan sedang dikombinasikan sedang pakan ternak dan tanaman buah, sedangkan pada tegakan tua hanya digunakan sebagai areal penggembalaan ternak. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Hutan Lindung Mutis Timau yang tergolong rendah disebabkan oleh sumber daya manusia yang rendah, adanya aturan dalam pengelolaan Hutan Lindung dan kurangnya sosialisasi tentang teknik pengelolaan Hutan Lindung secara lestari dari pihak-pihak terkait kepada masyarakat.

Mollo Utara regency is an area located around a protected forest and is the place where agroforestry is being practiced. The agroforestry pattern, with the passing of time, the dynamics and participation of society changes according dinamics.of agroforestry. This research is aimed at observing these agroforestry dynamics in Mutis Timau protected forest; observing the degree of society participation and factors caused the difference of society participation degree in the agroforestry activites. The research method use descriptive and the sampling method is purposive sampling. The main constituent components of Mutis Timau proected forest (Eucalyptus urophylla and Casuarina junghuniana) are determined by local government while the other constituent crop components are determined by local society. The higher the increment (Height, Diametre, basal area, and volume) of main component, the lessen the tendency of using agroforestry. The diversity index showed that the young and some of medium stand had a higher species diversity while the old and some other medium stands had a lower species diversity. The society participation analysis in the management of using agroforestry pattern showed that 11,79% of society having a higher participation, 29,7% of society had medium participation and the 59,05% society having low participation. The dynamics of of using agroforestry in Mutis Timau protected forest were; the young stand was combined with crops; the medium stand was combined with animal feed and fruits, while the old stand was only used as grazing livestock area. The society participation in the management of Mutis Timau protected forest was low, due to low human resourches; The rigid the rules in the management of protected forest and the lack of socialisation about the techniques of protected forest management sustainably by the government.

Kata Kunci : Dinamika, Hutan Lindung, Agroforestri, Partisipasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.