ANALISIS STRATEGI ALIANSI PASOKAN ENERGI LISTRIK PADA SISTEM KELISTRIKAN JAWA BALI YANG DILAKSANAKAN OLEH PT. PLN (PERSERO) PENYALURAN DAN PUSAT PENGATUR BEBAN JAWA BALI
Sesilia Elfronivantonia Arini, Budi Santoso, S.E., M.Bus., Ph.D.
2014 | Tesis | S2 Magister ManajemenPT PLN (Persero) Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa Bali (PLN P3B JB) menjadi fokus penelitian karena merupakan pengelola penyaluran sistem kelistrikan di wilayah Jawa Bali dengan jumlah energi terbesar dibanding daerah lain di Indonesia (luar Jawa Bali), dengan jaringan yang sudah terinterkoneksi. PLN P3B JB bertugas menyalurkan/mentransmisikan/mentransportasikan dan melakukan pengaturan beban (load dispatching) energi listrik dari pemasok (supplier) yaitu perusahaan-perusahaan pembangkit listrik di Jawa Bali ke retail yaitu satuan-satuan PLN Distribusi di wilayah Jawa Bali dan ke pelanggan khusus yaitu Konsumen Tegangan Tinggi (KTT). Dalam sistem rantai pasokan, PLN P3B JB berperan sebagai distributor dari energi listrik di wilayah Jawa Bali yang merupakan produk utama dari PLN secara umum. Sedangkan perusahaan-perusahaan pembangkit yang dalam sistem rantai pasokan berperan sebagai supplier energi tenaga listrik terdiri dari anak perusahaan PLN (AP PLN) dan perusahaan investor swasta dari luar PLN (non PLN) yang disebut IPP (Investor Power Purchase). Penelitian bertujuan untuk menganalisa Porter’s Five Forces guna menentukan intensitas ancaman pihak luar yang berhubungan dengan aliansi dan menganalisa strategi aliansi pasokan energi listrik pada sistem kelistrikan Jawa Bali yang dilaksanakan oleh PLN P3B JB khususnya aliansi dengan perusahaan-perusahaan pembangkit selaku pemasok energi listrik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menentuan obyek penelitian dan bentuk penelitian, pengumpulan data, sumber data, serta analisa data. Obyek penelitian adalah PLN P3B JB. Penelitian menyimpulkan bahwa ketergantungan sistem kelistrikan Jawa Bali terhadap perusahaan-perusahaan pembangkit IPP adalah sangat besar. Sebesar 70 % dari proyek-proyek pembangkit IPP yang dibangun dimungkinkan tidak dapat beroperasi tepat waktu, serta dimungkinkan akan terjadi kekurangan pasokan energi tenaga listrik. Selanjutnya disarankan agar aliansi antara PLN P3B JB dengan perusahaanperusahaan pembangkit IPP di wilayah Jawa Bali harus benar-benar bersinergi sehingga koordinasi operasional dapat dilaksanakan secara optimal; pelaksanaan pembangunan pembangkit-pembangkit IPP baru harus dipantau secara ketat agar kemungkinan keterlambatan implementasi proyek dapat segera diketahui untuk dicarikan solusinya; serta pelaksanaan pembangunan proyek oleh PLN maupun IPP benar-benar selaras dengan kecenderungan (trend) kenaikan beban (demand) yang meningkat.
The Java-Bali Transmission and Load Dispatching Center of State Electricity Company (PT PLN (Persero) Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Jawa Bali abbreviated by PLN P3B JB) is become the focus of research because it managed the electricity system in Java and Bali area, with the greatest amount of energy compared to other regions in Indonesia (outside Java and Bali), with an interconnected electricity network. PLN P3B JB transmitting and load dispatching of energy from the electrical energy suppliers (that are power generating companies in Java-Bali) to the retail (that are PLN Distribution units in Java-Bali) and to the specific High Voltage Consumers. In the supply chain system, PLN P3B JB acts as a distributor of electrical energy in Java and Bali region which is the main product of the PLN in general. While power generating companies in the supply chain system that acts as an electrical energy suppliers consists of PLN subsidiaries companies and private investors companies from outside the PLN called IPP (Investor Power Purchase). The study aims to analyze the Porter's Five Forces in order to determine the intensity of the threat of outside parties relating to the alliance; and analizing the strategic alliance of electrical energy supply in the electricity system of Java-Bali were carried out by PLN P3B JB particularly alliances with power generating companies as suppliers of electrical energy generation. The method used in this study is determine research objects and forms of research, data collection, data sources, and data analysis. The object of research is PLN P3B JB. The study concluded that the dependence of the electricity system of Java Bali on the IPP generating companies is very large. 70% of IPP power plant projects built are not possible to operate on schedule, and insufficient supply of electricity energy in Jawa Bali area will possibly be happened. Furthermore, it is suggested that the alliance between PLN P3B JB with IPP generating companies in the Java-Bali should really work together so that the coordination of the operations are carried out optimally; the implementation of the construction of IPP new power plant projects should be closely monitored so that potential delays implementation of the projects can be immediately known to look for a solution; as well as the implementation of PLN and IPP construction projects are totally synchronized with the trend of increasing demand.
Kata Kunci : aliansi, pasokan, listrik, PLN, IPP (Investor Power Purchase)