Laporkan Masalah

ANALISIS STUDI PERISTIWA PENGARUH KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK AKIBAT KEBIJAKAN PEMERINTAH MENGURANGI SUBSIDI BBM TERHADAP HARGA SAHAM

Satrio Wibisono, Prof. Dr. Jogiyanto Hartono M., MBA., CMA.

2014 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Penelitian ini merupakan penelitian studi peristiwa untuk menganalisis apakah terdapat return taknormal negatif akibat dari peristiwa kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi pada tanggal 22 Juni 2013. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah harga penutupan saham harian dan indeks harga saham gabungan (IHSG). Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria-kriteria sebagai berikut: 1. Sahamsaham yang liquid, 2. Terdaftar selama periode pengamatan, 3. Tidak sedang melakukan pengumuman pembagian dividen, pemecahan saham, dan penerbitan saham tambahan pada saat periode peristiwa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 29 saham perusahaan liquid dan terdaftar di bursa efek Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi reaksi pasar berupa return taknormal yang negatif, namun hanya signifikan pada delapan hari, tujuh hari, tiga hari sebelum pengumuman dan empat hari setelah pengumuman. Selain itu hasil pengujian statistik secara kumulatif menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Oleh sebab itu disimpulkan bahwa return taknormal negatif yang terjadi akibat kenaikan harga BBM tidak memberikan pengaruh pada kekayaan investor. Dampak dari penelitian ini adalah suatu berita buruk belum tentu menyebabkan terjadinya return taknormal negatif yang signifikan, sehingga investor sebaiknya melakukan analisis terlebih dahulu sebelum bereaksi secara berlebihan terhadap suatu berita negatif.

This research is an event study that analyze whether there is negative abnormal return due to the event of rising prices of fuel oil (BBM) which took place on June 22, 2013. The data used in this study is the daily closing price and the stock price index (CSPI). Sampling was purposive sampling method with the following criteria: 1. Stocks are liquid, 2. Registered during the period of observation, 3. Not doing dividend announcements, stock splits and the issuance of additional shares during the event period. The sample used in this study was 29 stocks listed on the Indonesia Stock Exchange. The analysis showed that there was a market reaction that is negative abnormal returns, but only significant in eight days, three days and one day before the announcement. Besides, the cumulative abnormal return test shown insignificant result. Therefore, negative abnormal returns did not give wealth to investors except on the fourth days. The impact that can be taken from this research is a bad news is not automatically bringing in a significance abnormal return, so an ivestor is better to analyze the abnormal return beforehand than overeacting to bad news.

Kata Kunci : Peristiwa kenaikan harga Bahan Bakar Minyak, Return Taknormal saham, Return Ekspektasian, Return Realisasian


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.