Laporkan Masalah

ANALISIS KINERJA KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH KRISIS GLOBAL 2008 BANK REKAPITALISASI DAN NON REKAPITALISASI TAHUN 1998

Meity Temmy Carol Pandegirot, Dr. Sony Warsono, MAFIS., Ak.

2014 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Salah satu kebijakan pemerintah Indonesia adalah melakukan program rekapitalisasi pada perbankan di tahun 1998, dengan tujuan untuk menyelamatkan perbankan dari krisis global 1997. Pada tahun 2008 terjadi lagi krisis keuangan global yang juga berdampak pada likuidasi perbankan Indonesia, baik bank yang di rekapitalisasi maupun non-rekapitalisasi. Tujuan penelitian ini untuk melihat kemampuan bank di Indonesia dalam mengantisipasi krisis finansial global yang dapat terjadi kapan pun dan tanpa terduga sehingga bank dapat tetap menjaga likuiditasnya dan memperoleh kepercayaan dari masyarakat serta beroperasi untuk jangka panjang. Penelitian dilakukan dengan mengambil beberapa sampel dari populasi perbankan di Indonesia dengan teknik purposive sampling dan metode analisisnya menggunakan metode time series analisys. Jumlah sampel yang diambil adalah 8 (delapan) bank dengan 4 (empat) bank yang mewakili bank yang direkapitalisasi dan 4 (empat) bank yang tidak direkapitalisasi yang terdiri dari bank swasta dan yang listed di bursa saham. Rasio Keuangan dalam penelitian ini diklasifikasikan ke dalam empat klasifikasi besar, yaitu Rasio Kecukupan Modal (Capital) menganalisis Capital Adequacy Ratio (CAR), Rasio Kualitas Aktiva (Assets) menganalisis Non Performing Loan (NPL), Rasio Rentabilitas (Earnings) menganalisis Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE), Net Interest Margin (NIM), BOPO (Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional), dan Rasio Likuiditas (Liquidity) menganalisis Loan to Deposit Ratio (LDR). Hasil analisis menunjukkan bahwa pada periode penelitian tahun 2005-2011, nilai rata-rata rasio CAR, ROA, ROE, NIM dan BOPO untuk bank non rekapitalisasi menunjukkan kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan bank rekapitalisasi. Sedangkan nilai rata-rata rasio LDR untuk bank rekapitalisasi lebih baik dibandingkan bank non rekapitalisasi. Ada juga yang menunjukkan nilai yang sama baiknya antara bank rekapitalisasi dan bank non rekapitalisasi yaitu nilai rata-rata rasio NPL. Secara keseluruhan, analisis juga menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah terutama rekapitalisasi perbankan yang mengeluarkan biaya besar tidak sia-sia karena bank rekapitalisasi maupun non-rekapitalisasi saat krisis global 2008 memang terpengaruh tetapi tetap mampu mempertahankan likuiditasnya dan menjalankan operasional hariannya.

One of the Indonesian government policy is doing banking recapitalization program in 1998, with the aim to save banking from global crisis of 1997. In the year 2008 there was another global crisis that also affected the liquidation of Indonesia banking, both in the bank recapitalization and nonrecapitalization. The purpose of this study to see the ability of Indonesia banking to anticipate the global crisis that can happen any time and unexpected, so the bank can maintain the liquidity and obtain trust of the public to operate long term. The study was conducted by taking some sample of banks in Indonesia with a purposive sampling techniques and method of analysis using time series analisys. Number of samples taken is 8 (eight) banks with 4 (four) representing recapitalized banks and 4 (four) were non-recapitalized banks consisting of private banks and are listed on the stock exchange. Financial ratios in this study were classified into four major classifications, the Capital Adequacy Ratio (Capital) analyzed the Capital Adequacy Ratio (CAR), Asset Quality Ratios (Assets) analyze Non Performing Loan (NPL), Profitability Ratios (Earnings) analyze Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Net Interest Margin (NIM), BOPO (Operating Expenses and Operating Income), and the Liquidity Ratio (Liquidity) analyzed the Loan to Deposit Ratio (LDR). The results show that for the study period of 2005-2011, the average value of CAR, ROA, ROE, NIM and BOPO for non-recapitalization banks show better performance compare to recapitalization bank. While the average of LDR ratio for recapitalization bank better than non-recapitalization bank. There is also a show same good value for both banks, the value of the average of NPL ratio. Overall, the analysis also showed that the government’s policy, especially in banking recapitalization is not in vain because both the recapitalization of banks and non-recapitalization affected global crisis of 2008 but still able to maintain its liquidity and run the daily operations.

Kata Kunci : Rekapitalisasi bank, Kinerja Keuangan Bank


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.