Laporkan Masalah

VARIASI SEBAB KEMATIAN PADA KASUS KRIMINAL YANG DIOTOPSI DI INSTALASI KEDOKTERAN FORENSIK RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA TAHUN 2010-2012

NELY TSURAYYA, dr. Wikan Basworo, Sp.F. ; dr. IBG. Surya Putra Pidada, Sp.F. ; dr. Martiana Suciningtyas, Sp.F.

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang : Fenomena maraknya kriminalitas di era globalisasi semakin merisaukan segala pihak. Tindak kriminal dapat terjadi di mana saja, baik di tempat umum, maupun di tempat tinggal kita. Hingga saat ini jumlah kriminalitas yang terjadi di Indonesia selalu bertambah, mulai dari pencurian, perampokan, pemerkosaan, penganiayaan, dan tak jarang diikuti dengan pembunuhan. Pada beberapa kasus tindak kriminal akan dilakukan otopsi untuk mengindentifikasi jenazah forensik atas permintaan penyidik. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran dari variasi sebab kematian pada kasus kriminal yang diotopsi di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Dr. Sardjito tahun 2010-2012. Metode : Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan rancangan penelitian observasional. Hasil : Dari 71 kasus, jumlah korban meninggal akibat kasus kriminal berdasar jenis kelamin laki-laki sebanyak 47 korban (66.22%), dan perempuan 24 korban (33.8%). Persentase kematian yang disebabkan oleh tindak kriminal paling banyak terjadi pada rentang usia 20-29 tahun sebanyak 21 kasus(29,6%). Berdasarkan pekerjaan yang tercatat dalam visum et repertum paling banyak terjadi pada wiraswasta, yaitu 16 kasus (22,5%). Berdasarkan tempat kejadian paling banyak adalah di Kabupaten Sleman mencapai 27 kasus (38,1%). Berdasarkan penyebab kematian tindak kriminal paling banyak disebakan oleh benda tumpul, yaitu 37 kasus (52,1%). Untuk sebab benda tumpul paling banyak terdapat luka memar yaitu 15 (21,1%). Karena benda tajam terdapat luka tusuk sebanyak 6 kasus (8,5%). Karena senjata api tercatat ada 3 kasus luka tembak keluar (4,2%). Pada trauma mekanik terdapat luka jerat sebanyak 9 kasus (12,7%). Kesimpulan : Korban meninggal pada kasus kriminal lebih dominan pada laki-laki; pada rentang umur 20-29; wiraswasta. Kasus kriminal paling banyak terjadi di Kabupaten Sleman dibanding kota/kabupaten lain di DI Yogyakarta. Penyebab kematian paling banyak adalah benda tumpul dengan luka memar.

The phenomenon of rampant criminality in globalization era is increasingly troubling every element in society. Crime can happen anywhere, in a public place, or in our neighbourhood. Until now, the number of criminality in Indonesia is always increasing, it start from thievery, robbery, rape, persecution, and often followed by murder. In some crime cases, the autopsy is needed to identify forensic corpses at the request of investigators. Objective : This study aims to find out the profile of variation cause of death in criminal cases that autopsied in Installation Forensic Medicine RSUP DR. Sardjito year 2010-2012. Method : This study is a descriptive research with observational descriptive as a method. Result : From 71 cases, the number of death victim caused by criminal cases based on sex, are males 47(66,22%) victims and females 24(33,80%) victims).The most common percentage of death caused by criminal act are age 20-29,25 cases(29,6%). Based on visum et repertum, the most common occupation is intrepreneur, 16 cases (22,5%). The most common crime scene is in Sleman regency that reached 27 cases (38,1%). The most common cause of death in blunt force, 37 cases(52,1%). The most common type of blunt force is bruised wound ,15 (21,1%). Sharp force causing stab wound, 6 cases(8,5%).Firearm causing 3 cases(4,2%)of external gunshot wound. In mechanical trauma, there are 9 cases (12,7%)of neck entrapment. Conclusions : Death victim of criminal cases in males is more dominant than in females. The most common percentage of death caused by criminal act are age 20- 29;intrepreneur. The most common crime scene is in Sleman regency than another city in DI Yogyakarta. The most common cause of death is blunt force with bruised wound.

Kata Kunci : Variasi sebab kematian; Kejahatan; Kasus kriminal; Otopsi. / Variation causes of death; Crime; Criminal cases; Autopsy.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.