Laporkan Masalah

FREKUENSI GANGGUAN PENDENGARAN PADA BAYI DAN ANAK YANG TERINFEKSI RUBELA DI RSUP DR SARDJITO

YENNY PERINASARI SIBOT, dr.Bambang Udji Djoko Rianto,SP.THT-KL (K),Mkes ; dr.Retno Ekantini,Sp.M,Mkes

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar belakang: Infeksi rubela merupakan salah satu faktor risiko terjadinya gangguan pendengaran pada bayi dan anak Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui frekuensi gangguan pendengaran pada bayi dan anak yang terinfeksi rubela di RSUP Dr.Sardjito Metode: Penelitian ini merupakan sebuah studi deskriptif yang dilakukan di sebuah rumah sakit di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasilnya ditampilkan dalam bentuk angka(%). Dalam penelitian ini data pasien dengan infeksi rubela yang mengalami gangguan pendengaran diperoleh dari catatan rekam medis subjek di bagian Instalasi Catatan Medik RSUP Dr.Sardjito dari tanggal 1 Januari 2010-31 Desember 2013 Hasil : Subjek yang mengalami infeksi rubela positif yaitu 44 kasus. Subjek dengan infeksi rubela yang mengalami gangguan pendengaran bersifat sensorineural. Subjek dengan Gangguan pendengaran bersifat bilateral sebanyak 38 (86,36%) kasus. Terdapat berbagai derajat gangguan pendengaran pada subjek di kedua telinga. Subjek dengan derajat gangguan pendengaran ringan, sedang, berat, serta sangat berat pada telinga kanan yaitu 0 (0%), 1 (2,27%), 3 (6,81%), serta 34 (77,27%) kasus. Subjek dengan derajat gangguan pendengaran ringan, sedang, berat, serta sangat berat pada telinga kiri yaitu 0 (0%), 1 (2,27%), 0 (0%), serta 37 (84,09%)kasus. Kesimpulan: Frekuensi gangguan pendengaran dengan pada bayi dan anak yang terinfeksi rubela di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta pada tahun 2010-2013 adalah sebesar 38 (86,36%) dimana gangguan pendengaran bersifat sensorineural dan bilateral terjadi di kedua telinga. Gangguan pendengaran dengan derajat sangat berat mendominasi baik di telinga kiri maupun telinga kanan sebesar 37 (84,09%) dan 34 (77,27%)

ABSTRACT Background: Rubella is one of the factors causing the hearing loss to infant and children. Objective: This study was conducted to find out the hearing loss frequency to infant and children suffering rubella infection. Methods: This study is a descriptive study conducted in one of Yogyakarta Special District hospitals. The results are presented in the form of numbers (%). In this study the data of hearing loss subjekts suffering rubella are obtained from the subjekt's medical record in Medical Record Installation of Dr. Sardjito Hospital from January 1st 2010 to December 31st 2013. Results: The patients suffering positive rubella were 44 cases. The rubella-infected subjekts suffering hearing loss were sensorineural. The subjekts suffering hearing loss were bilateral with 38 cases. There were some hearing loss degrees to subjekts in both ears. The subjekts suffering the mild, moderate, severe, and profound hearing loss degree in the right ear were 0, 1, 3, and 34 cases. The subjekts suffering the mild, moderate, severe, and profound hearing loss degree in the left ear were 0, 1, 3, and 37 cases. Conclusion: The hearing loss frequency with rubella infection in infant and children in Dr. Sardjito Hospital in 2010-2013 is 38 from which hearing loss charaterised by sensorineural and bilateral occurs in both ears. The profound hearing loss degree dominates to both left ear for 37 and right ear for 34.

Kata Kunci : rubela, gangguan pendengaran


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.