KURIKULUM 2013 DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN PROGRESSIVISME
Fitri Alfariz, Prof. Dr. Achmad Dardiri
2015 | Tesis | S2 Ilmu FilsafatPenelitian ini berobjek material kurikulum pendidikan Indonesia khususnya kurikulum 2013 dan berobjek formal filsafat pendidikan progressivisme. Kurikulum pendidikan di Indonesia telah berkembang dalam beberapa kali namun landasan filsafat yang digunakan jarang digali. Landasan filsafat yang digunakan menjadi pemikiran menarik karena dengan landasan filsafat yang jelas maka arah dan tujuan pendidikan menjadi jelas. Banyak orang belum begitu paham mengenai landasan filsafat dalam kurikulum. Peneliti tertarik untuk meneliti kurikulum 2013 ini dengan tujuan memberikan pemahaman yang jelas mengenai landasan filsafat yang ada dalam kurikulum dan memberikan sumbangsih pikir mengenai perbandingan berbagai landasan filsafat dalam kurikulum 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan mengkaji naskah-naskah kurikulum 2013. Pisau analisis yang digunakan untuk membandingkan dan mengurai landasan filsafat dalam kurikulum 2013 adalah filsafat pendidikan progressivisme. Hasil penelitian ini yang utama menemukan bahwa hakikat kurikulum pendidikan 2013 adalah meningkatkan basis perubahan pada sikap, pengetahuan dan keterampilan pada diri peserta didik demi terciptanya pendidikan karakter yang baik. Tujuan yang ingin dicapai dalam kurikulum 2013 adalah menghasilkan generasi yang kreatif dan inovatif dengan harapan mampu meminimalisir kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan peradaban bangsa. Kurikulum 2013 memiliki landasan filsafat eklektik inkorporatif yang berarti mengambil unsurunsur yang baik dari aliran-aliran filsafat pendidikan untuk diintegrasikan dengan sistem pendidikan nasional. Progressivisme sebagai salah satu aliran filsafat pendidikan memiliki warnayang dominan dalam kurikulum 2013 terbukti dengan sistem pendidikan yang sangat menitikberatkan murid sebagai subjek pendidikan, guru bertindak sebagai fasilitator, serta mata pelajaran yang terintegrasi dalam satu unit. Kurikulum 2013 menunjukkan kalau anak atau subjek pendidikan harus diberi pelajaran dan pengajaran sesuai dengan perkembangan zaman agar tidak menghasilkan generasi usang serta tiga kompetensi utama dalam diri anak harus dinilai secara keseluruhan (sikap, pengetahuan, dan keterampilan).
The material object of this research is the Indonesian education curriculum especially curriculum 2013 and the formal object is educational philosophy of progressivism. The educational curriculum in Indonesia has grown in recent times but the philosophical foundation used rarely explored. The philosophical foundation used became an interesting thing. Through the clear philosophical foundation, direction and purpose of education became clear too. There are many people who do not really understand the philosophical foundation of the curriculum. The researcher interested in researching the curriculum 2013 with the aim of providing a clear understanding of the philosophical foundation in the curriculum. It also used to give idea about comparison of various philosophical foundation of the curriculum. Method of the research is qualitative through analyzing documents of the curriculum 2013. Analysis base which was used to compare and explain the philosophical foundation of the curriculum 2013 was educational philosophy of progressivism. The main results of this study found that the nature of the educational curriculum 2013 were increasing changes base towards attitudes, knowledge and skills of the learners themselves in order to create a good character education. The goal that want to achieve through the curriculum 2013 were producing creative and innovative generations to minimize poverty, ignorance and backwardness civilization. Curriculum 2013 has an eclectic incorporative philosophical foundation which means taking elements from education philosophy ideologies integrated with the national educational system. Progressivism as one of the schools of philosophy of education has a dominant part in the curriculum 2013 proved through the education system that is much focused to the students as the subjects of education, the teacher as a facilitator and the integrated lessons in one unit. Thecurriculum 2013 shows that the students or the subjects of education must be taught in accordance the developmental era. It will prevent producing obsolete generations. There are three main competencies of the students should be assessed as a whole things (attitudes, knowledge and skills)
Kata Kunci : Kurikulum 2013, Eklektik inkorporatif, Progressivisme, Kreatif