Laporkan Masalah

RENCANA MODEL BISNIS HOTEL LA FASA 2 TANGERANG

Fadli Permata, Rita Virgosita, SE., M.Sc.

2014 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Pertumbuhan industri akomodasi di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. data dari BPS menunjukkan, tahun 2010 hotel berbintang berjumlah 1.306 unit, sementara di tahun 2011 meningkat menjadi 1.489 unit. Sedangkan akomodasi non-bintang meningkat dari 13.281 unit di tahun 2010 menjadi 13.794 unit di tahun 2011. Para investor yang berasal dari mencanegara pun ikut meramaikan pertumbuhan industri ini. Tangerang merupakan daerah penyangga bagi Jakarta, akibat melubernya jumlah penduduk di Jakarta, maka sebagian bermigrasi ke Tangerang dengan tetap mencari nafkah di Jakarta. Pesatnya pertumbuhan Kota Tangerang dipercepat dengan keberadaan Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang sebagian arenya termasuk ke dalam wilayah administrasi Kota Tangerang, gerbang perhubungan udara Indonesia tersebut telah membuka peluang bagi pengembangan kegiatan perdagangan dan jasa secara luas di Kota Tangerang. Selain itu, Tangerang juga merupakan kawasan industri, karena keberadaan aneka industri, terutama di sekitar Balaraja, Cisoka, dan Cikupa. Hotel La Fasa adalah hotel kelas melati yang berlokasi di Jalan Raya Jatinangor, Jatinangor, Sumedang. Dimiliki dan dijalankan oleh pemiliknya seorang pensiunan BUMN. Hotel La Fasa yang berkonsep syariah ini, rencananya akan melebarkan sayap ke kota Tangerang. Performa hotel ini dapat dinilai tidak buruk, dengan tingkat hunian 10% hingga 15% tiap bulannya. Pemilik hotel menginginkan pertumbuhan tingkat hunian yang lebih baik di Hotel La Fasa 2. Untuk meningkatkan tingkat hunian hotel sehingga mendapatkan performa Hotel La Fasa 2 lebih tinggi, maka dibuatlah penelitian ini. Penelitian ini pada awalnya akan memetakan model bisnis Hotel La Fasa dalam bentuk 9 blok bangunan. Langkah selanjutnya adalah mencari tahu apa sebenarnya pelanggan inginkan dari sebuah hotel, oleh karena itu digunakanlah analisis peta empati. Dengan peta empati, peneliti akan dapat mengetahui apa yang ada di benak pelanggan mengenai sebuah hotel, apa yang paling diinginkan, dan apa yang membuat pelanggan ingin menginap di hotel tertentu. Berdasarkan kanvas model bisnis yang sebelumnya, dan ditambahkan dengan analisis peta empati, maka dibuatlah model bisnis baru untuk Hotel La Fasa 2. Mungkin tidak sepenuhnya model bisnis baru, namun lebih ke modifikasi model bisnis yang sudah ada. Tidak semua keinginan pelanggan dapat dipenuhi, namun peneliti dan pidah hotel akan berusaha keras membuat pelanggan senang tinggal Hotel La Fasa. Dengan menggunakan aplikasi sistem manajemen yang sesungguhnya, ditambah dengan analisis peta empati, diharapkan Hotel La Fasa 2 dapat bersaing dan bertahanan antara hotel-hotel lain di kota Tangerang.

Accommodation industry growth in Indonesia has increased from year to year. Bureau of Statistics data show that in 2010 five-star hotels totaling 1,306 units, while in the year 2011 increased to 1,489 units. While the non-star accommodation increased from 13 281 units in 2010 to 13,794 units in 2011. The investors from mencanegara also enliven the growth of this industry. A buffer zone to Tangerang Jakarta, due to overflow of population in Jakarta, the majority migrated to Tangerang to keep making a living in Jakarta. The rapid growth of the city of Tangerang accelerated by the presence of Soekarno-Hatta International Airport is partially arenya included in the administrative area of the city of Tangerang, Indonesian air transportation gateway that has opened up opportunities for the development of trade and services activities widely in the city of Tangerang. In addition, Tangerang also an industrial area, due to the presence of various industries, especially around Balaraja, Cisoka, and Cikupa. Hotel La Fasa is jasmine-class hotel located on Highway Jatinangor, Jatinangor, Sumedang. Owned and run by a retired owner of CEOs. Hotel La Fasa is the Islamic concept, plans to expand to Tangerang city. This hotel performance can be judged to be bad, with occupancy rates of 10% to 15% each month. Hotel owners want growth better occupancy rates at Hotel La Fasa 2. To increase the occupancy rate of the hotel so getting the performance of Hotel La Fasa 2 is higher, then made this research. The research will initially map the business model in the form of Hotel La Fasa 9 building blocks. The next step is to find out what customers actually want from a hotel, therefore used the analysis of empathy map. With empathy maps, researchers will be able to know what is in the minds of customers about a hotel, what is most desirable, and what makes customers want to stay at a particular hotel. Based on the previous business model canvas, and added the map analysis empathy, then made a new business model for Hotel La Fasa 2. Perhaps not entirely new business model, but rather to modify an existing business models with addition. Not all customer wishes can be met, however, researchers and counterparties hotel will strive to make the customer happy stay Hotel La Fasa. By using real application management system, coupled with an analysis of empathy map, Hotel La Fasa 2 is expected to compete and survive among other hotels in the city of Tangerang.

Kata Kunci : -


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.