PELEMBAGAAN NILAI-NILAI INTI DI PT DARYA-VARIA LABORATORIA TBK
Diani Savitri, Ely Susanto, SIP, MBA, Ph.D.
2014 | Tesis | S2 Magister ManajemenBerawal dari cita-cita tim manajemen puncak Darya-Varia untuk segera mewujudkan visi strategisnya, maka tim manajemen puncak menyadari perlu adanya nilai-nilai sebagai standar berperilaku bagi seluruh karyawan. Adapun nilai-nilai yang berhasil dirumuskan tersebut menggambarkan budaya organisasi yang menonjol di Darya-Varia dan kedua afiliasinya (Prafa dan Medifarma), serta dapat berperan dalam mengarahkan perilaku karyawan ke pencapaian visi. Agar ketujuh nilai-nilai inti ‘BERSATU’ yang telah dirumuskan dapat dimengerti, dipercaya, dan diimplementasikan secara konsisten oleh seluruh karyawan di ketiga perusahaan, maka Darya-Varia telah mendisain tiga fase untuk membangun budaya baru (fase hearing it, believing it, dan living it). Fase living it adalah fase di mana penerapan ‘BERSATU’ telah menjadi hal yang rutin. Ini berarti, pelembagaan nilai-nilai di Darya-Varia dapat dikatakan berhasil, jika telah mencapai fase living it. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi langkah-langkah yang diterapkan oleh Darya-Varia pada proses perumusan, penanaman, dan pelembagaan nilai-nilai inti ‘BERSATU’, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat dan mempengaruhi kesuksesan pelembagaan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, di mana pengumpulan data dilakukan dengan cara mempelajari dokumen milik perusahaan, wawancara mendalam, dan observasi terhadap beberapa karyawan untuk melihat penerapan nilai-nilai ‘BERSATU’. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa langkah-langkah yang diterapkan pada proses penanaman dan pelembagaan nilai-nilai inti, telah membawa Darya- Varia melewati fase hearing it dan fase believing it, namun belum berhasil mencapai fase living it, mengingat nilai-nilai inti ‘BERSATU’ belum didemonstrasikan secara konsisten oleh seluruh karyawan. Pelembagaan nilainilai di Darya-Varia masih membutuhkan proses yang panjang, namun langkahlangkah dan roadmap yang direncanakan oleh Darya-Varia sudah tepat. Adapun nilai-nilai yang saat ini terlihat telah konsisten didemonstrasikan oleh karyawan dan pemimpin adalah bayanihan dan rasa peduli, sedangkan nilai yang paling belum terlihat didemonstrasikan adalah etos keterbukaan. Beberapa faktor yang menjadi penentu kesuksesan pelembagaan adalah: adanya tools untuk menanamkan dan melembagakan nilai-nilai, komunikasi/sosialisasi yang konsisten, dan pemberian teladan oleh pemimpin.
Starting from the aspirations of the top management team of Darya-Varia to promptly actualize its strategic vision, the top management realized the need of values as a standard of behavior for all the employees. The values that have been successfully formulated describes the prominent organizational culture in Darya- Varia and its two affiliates (Prafa and Medifarma), as well as it could play a role in directing the employees’ behavior to achieve the vision. In order for the seven core values of ‘BERSATU’ to be understood, believed, and implemented consistently by all the employees in all the three companies, Darya-Varia has designed three phases to build a new culture (phase of hearing it, phase of believing it, and phase of living it). Phase of ‘living it’ is the phase that the implementation of ‘BERSATU’ has become a routine action. It means that the institutionalization of values in Darya-Varia could be successful if it has reached the phase of living it. This research aims to evaluate the steps implemented by Darya-Varia in the process of formulating, embedding, and institutionalizing of ‘BERSATU’ core values, and also to identify the factors that obstruct and influence the success of the institutionalization. The research method used is the qualitative method, where the data collection was performed by studying the company's documentations, indepth interviews, and observations on some employees to see the implementation of ‘BERSATU’ values. From the analysis of the results, it can be known that the steps implemented to the process of embedding and institutionalizing of core values, have led Darya- Varia to pass through the phase of hearing it and the phase of believing it, but have not reached to the phase of living it, considering the core values of ‘BERSATU’ have not been consistently demonstrated by all employees. Institutionalization of values in Darya-Varia still requires a lengthy process, but the steps and the roadmap planned by Darya-Varia are already correct. The current values that have been seen consistently demonstrated by the employees and the leaders are the bayanihan spirit and the behaviour of caring, while the values that has not been seen to be demonstrated is ethos of openness. Some of the key success factors of this institutionalization are: the tools to embed and institutionalize the values, consistent communication/socialization, and role modeling by the leaders.
Kata Kunci : nilai-nilai inti, standar berperilaku, BERSATU, hearing it, believing it, living it, perumusan, penanaman, pelembagaan, bayanihan, rasa peduli, etos keterbukaan, penentu kesuksesan