FEASI BILITY HASIL PERHITUNGAN INTERI\AL RATING BASED APPROACH CREDIT RISK BASEL II STUDI PADA PT BANK UOB INDONESIA SEGMEN WHOLESALE
Dewi Gayatri, Dr. Erni Ekawati, M.B.A., M.S.A
2014 | Tesis | S2 Magister ManajemenPT. Bank UOB Indonesia saat ini sedang mempersiapkan untuk mengadopsi Kerangka Basel II tentang Risk Based Capital Adequacy Requirements, dengan mempersiapkan model development perhitungan internal rating untuk debitur kredit, khususnya segment wholesale, yaitu Corporate Banking dan Commercial Banking. Internal rating ini merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi dalam pengukuran risiko dengan menggunakan metoda sesuai Basel II, dengan mengacu pada metoda, proses, kontrol, pengumpulan data dan sistem teknologi informasi yang mendukung penilaian risiko kredit tersebut. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menganalisa perbandingan nilai minimum capital requirement berupa Risk Weighted Asset (RWA), Expected Loss, Unexpected Loss, dengan menggunakan metoda berdasarkan Basel II yaitu Standardized Approach, IRB Foundation Approach, dan IRB Advance Approach Atas analisa yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa: Dengan menggunakan metoda Advance Internal Rating Based (IRB), maka Bank dapat menghasilkan nilai RWA yang semakin kecil. Selisih nilai RWA antara perhitungan dengan menggunakan metoda Foundation IRB dan Standardized Approach adalah Rp.0,21 T, dan apabila dibandingkan dengan menggunakan metoda Advance IRB dan Standardized Approach, maka selisih yang dihasilkan jauh lebih besar yaitu Rp.4,8 T. Sehingga selisih antara perhitungan dengan metoda Foundation IRB dan Advanced IRB adalah sebesar Rp.4,59 T. Maka apabila Bank mengimplementasikan metoda Foundation IRB, maka Bank dapat menghemat cukup RWA sebesar Rp.0,21 T, hal ini merupakan langkah yang baik, karena CAR (Capital Adequacy Ratio) yang akan dihasilkan oleh Bank akan meningkat, dengan menggunakan nilai modal yang sama, artinya Bank masih mempunyai ruang untuk tumbuh mengembangkan bisnisnya, baik di aktivitas kredit, market, dan operasionalnya.
PT. Bank UOB Indonesia is currently preparing to adopt the Basel II Framework on Risk Based Capital Adequacy Requirements, to prepare model development for the calculation of the debtor's internal credit ratings, particularly the wholesale segment, Corporate Banking and Commercial Banking. The internal rating is one of the requirements that must be met in risk measurement by using the method according to Basel II, with reference to the methods, processes, controls, data collection and information technology systems that support the assessment of credit risk. The purpose of this paper is to analyze the comparative value of the minimum capital requirement in the form of Risk Weighted Assets (RWA), Expected Loss, Unexpected Loss, by using a method based on the Basel II Standardized Approach, Foundation IRB Approach, and Advanced IRB Approach. For the analysis that has been carried out, obtained the conclusion that: By using the method of Advance Internal Rating Based (IRB), the Bank may result lower RWA. The difference value between RWA calculation using IRB Foundation method and Standardized Approach is Rp. 0.21 T, and when compared to the method using the Standardized Approach and Advanced IRB, then the resulting difference is much greater, Rp. 4.8 T. So the difference between the method of calculation Foundation IRB and Advanced IRB is Rp. 4.59 T. If the Bank implements the IRB Foundation method, it can save RWA about Rp.0.21 T, this will be a good sign for the Bank, because CAR (Capital Adequacy Ratio) that generated by the Bank will be increased if using the same capital value, meaning that the Bank still has room to grow its business, both in the credit activity and market & operational activitiy.
Kata Kunci : capital requirements, risk weighted asset, expected loss, unexpected loss