Laporkan Masalah

ANALISIS PENERAPAN PROSES LEARNING ORGANIZATION DITINJAU DARI THREE BUILDING BLOCKS OF THE LEARNING ORGANIZATION STUDI PADA BANK BNI CABANG UGM YOGYAKARTA

Bagus Bambang Wibowo, Dr. Sony Warsono, MAFIS., Ak.

2014 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Learning organization adalah sebuah konsep dimana suatu organisasi dianggap mampu untuk terus menerus melakukan proses self learning sehingga organisasi tersebut memiliki kecepatan berpikir dan bertindak dalam merespon berbagai macam perubahan yang akan muncul. Konsep learning organization mulai diperkenalkan pada periode tahun 1990 oleh Senge. Bagaimanapun, kondisi learning organization yang ideal sampai saat ini belum juga ditemukan. Menurut Garvin et al. (2008:110), ada tiga faktor yang telah menghambat kemajuan dari ide learning organization. Industri perbankan di Indonesia akan mengalami persaingan global yang semakin ketat, bank-bank BUMN harus bersiap diri menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang dimulai pada 2015. Learning organization dianggap oleh Bank BNI sebagai salah satu bentuk strategi dan solusi bagi organisasi untuk belajar dan berubah. Dalam mewujudkan strategi tersebut maka Bank BNI membentuk Divisi Organization Learning sejak 2006. Penelitian akan dilakukan di kantor Bank BNI Cabang UGM, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh pegawai Bank BNI Cabang UGM Yogyakarta, baik pegawai tetap atau pegawai outsourcing dari manajemen Bank BNI. Pada penelitian ini digunakan instrumen penelitian berupa kuesioner yang dibuat dan dikembangkan Garvin et al. (2008) untuk mengukur proses pembelajaran dalam implementasi learning organization yang telah diterapkan pada Bank BNI Cabang UGM Yogyakarta dan wawancara mendalam. Dalam penelitian ini akan digunakan analisis data dengan pembobotan dan skoring serta diperkuat dengan analisis deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini analisis pembobotan dan skoring dilakukan untuk menghitung skor pembobotan dari masing-masing karakteristik pada setiap building blocks of learning organization. Hasil perhitungan pembobotan dibandingkan dengan benchmark scores for the learning organization survey yang telah didesain dan dikumpulkan oleh Garvin et al. (2008), hal tersebut dilakukan untuk mengklasifikasikan hasil pembobotan setiap building blocks masuk kedalam quartile mana dalam benchmark scores. Melalui hasil penelitian ini Bank BNI Cabang UGM mendapatkan sudut pandang yang baru tentang perubahan yang dapat dilakukan mengenai penerapan learning organization pada Bank BNI Cabang UGM berdasarkan teori three building blocks of the learning organization. Dengan menggunakan teori three building blocks of the learning organization, organisasi dapat mengukur sejauh mana organisasi mereka memiliki karakteristik sebagai learning organizaton, baik dari aspek lingkungan kerja yang mendukung terjadinya pembelajaran, aspek proses pembelajaran yang konkret serta prosesproses yang terjadi, serta sikap dari pemimpin yang mendorong adanya pembelajaran.

Learning organization adalah sebuah konsep dimana suatu organisasi dianggap mampu untuk terus menerus melakukan proses self learning sehingga organisasi tersebut memiliki kecepatan berpikir dan bertindak dalam merespon berbagai macam perubahan yang akan muncul. Konsep learning organization mulai diperkenalkan pada periode tahun 1990 oleh Senge. Bagaimanapun, kondisi learning organization yang ideal sampai saat ini belum juga ditemukan. Menurut Garvin et al. (2008:110), ada tiga faktor yang telah menghambat kemajuan dari ide learning organization. Pertama, banyak dari diskusi-diskusi awal tentang learning organization hanya menggambarkan semacam euforia untuk “dunia” yang lebih baik daripada semacam resep strategi yang nyata dan konkret. Kedua, gagasan mengenai learning organization kebanyakan ditujukan untuk CEO dan eksekutif senior dan bukan pada manajer departemen atau satuan yang lebih kecil di mana pekerjaan organisasi yang kritis biasa dilakukan. Ketiga, standar dan alat penilaian learning organization hingga saat ini jumlahnya masih kurang. Industri perbankan di Indonesia akan mengalami persaingan global yang semakin ketat, bank-bank BUMN harus bersiap diri menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang dimulai pada 2015. Dalam penelitian ini digunakan rancangan penelitian yang berupa penelitian deskriptif dan eksplorasi dengan metode analisis kualitatif. Sesuai dengan tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengidentifikasi skor pembelajaran dari penerapan proses learning organization di Bank BNI Cabang UGM Yogyakarta jika ditinjau dari three building blocks of the learning organization. Penelitian akan dilakukan di kantor Bank BNI Cabang UGM, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh pegawai Bank BNI Cabang UGM Yogyakarta, baik pegawai tetap atau pegawai outsourcing. Pada penelitian ini digunakan instrumen penelitian berupa kuesioner yang dibuat dan dikembangkan Garvin et al. (2008) untuk mengukur proses pembelajaran dalam implementasi learning organization yang telah diterapkan pada Bank BNI Cabang UGM Yogyakarta dan wawancara mendalam. Salah satu temuan yang cukup menarik dalam penelitian ini adalah hasil skoring kuesioner di Bank BNI Cabang UGM, dua subkomponen yaitu time for reflection dan experimentation masuk dalam kelompok yang cukup baik dan berada di atas nilai benchmark scores yakni pada Third Quartile, namun secara kontras Openess to New Idea berada pada Bottom Quartile atau kategori yang paling rendah. Berdasarkan hasil analisis hambatan tersebut terjadi karena Bank BNI menerapkan strategi sentralisasi serta standarisasi berkaitan dengan peraturan, kebijakan, produk, dan jasa untuk semua Kantor Bank BNI. Kata kunci:

Kata Kunci : Learning Organization, Organizational Learning, Strategi, The Fifth Dicipline, Three Building Blocks of the Learning Organization, Leadership, Bank BNI


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.