Laporkan Masalah

Perbandingan luaran pasien cedera kepala berat post kraniotomi yang dilakukan trakeostomi ultra early dan non ultra early

Budi Susanto, dr. Wiryawan Manusubroto, SpB, SpBS.

2014 | Tesis | S2 Ilmu Bedah

Latar Belakang: Waktu pelaksanaan trakeostomi pada pasien cedera kepala berat post kraniotomi penting dalam manajemen pasien cedera kepala berat. Trakeostomi lebih awal diduga memberikan hasil yang lebih baik. Obyektif: Untuk mengetahui perbedaan luaran pasien cedera kepala berat post kraniotomi yang dilakukan trakeostomi ultra early dan non ultra early. Metode: Penelitian retrospektif ini menggunakan data dari rekam medis di RS Dr. Sardjito, RS Panti Rapih dan RS Bethesda Yogyakarta, mulai dari Januari 2008 sampai Desember 2013. Dengan sampel 104, dibagi 2 kelompok menjadi ultra early trakeostomi (47) dan non ultra early trakeostomi (57), dinilai hasil analisa gas darah, lama rawat ICU dan mortalitas. Variabel tersebut dianalisis menggunakan uji dependent dan independent-t. Untuk menilai hubungan antara lama rawat dengan mortalitas menggunakan analisis regresi logistik. Tingkatan perbedaan yang bermakna, didefinisikan sebagai nilai P≤0,05. Hasil: Pada ultra early trakeostomi pCO2 dan pO2 mempunyai perbedaan bermakna antara pre- dan post- dengan masing masing p: 0,011 dan p: 0,00. Pada non ultra early trakeostomi pO2 mempunyai perbedaan bermakna antara pre- dan post- dengan p: 0,014. Antara ultra early dan non ultra early trakeostomi, pO2 mempunyai perbedaan bermakna dengan p: 0,02. pH, SaO2, tidak ada perbedaan yang bermakna pada ultra early trakeostomi maupun non ultra early trakeostomi. Lama rawat ICU dan mortalitas tidak berbeda bermakna antara ultra early trakeostomi dengan ultra early trakeostomi. Kesimpulan: pCO2 menunjukkan perbedaan bermakna pada ultra early trakeostomi. pO2 mempunyai perbedaan bermakna pada ultra early trakeostomi, non ultra early trakeostomi, dan antara ultra early trakeostomi dibandingkan non ultra early trakeostomi. Kata kunci: cedera kepala berat, kraniotomi, ultra early trakeostomi, AGD, lama rawat ICU, mortalitas

Background: Timing for tracheostomy in post craniotomy patient is important. Early tracheostomy was suspicious better than late. Objektive: To compare outcome of ultraearly tracheostomy and non ultra early tracheostomy. Method: This retrospective study compare outcome of Blood Gas Analysis, Length of Stay in Intensive Care Unit and mortality in post craniotomy patient, between ultraearly and non ultra early tracheostomy using data from the medical records in Sardjito General Hospital, Panti Rapih Hospital and Bethesda Hospital from January 2008 to December 2013. The outcome analyzed using independent-t test and dependent t test with level of significance p<0.05. Correlation between length of hospitalization and mortality were analyzed using regresi logistic. Each variable estimated by Relative Risk. Results: PCO2 and pO2 were identified to have a significant difference in the outcome of pre- and post- in ultra early tracheostomy. pO2 have a significant difference in the outcome of pre- and post- in non ultra early tracheostomy. There were no statistically significant difference length of hospitalization and mortality between ultra early tracheostomy, and all variabels in non ultra early tracheostomy. Conclusions: PCO2 and pO3 were advantages of ultra early tracheostomy. Keywords: severe head injury, craniotomy, ultra early tracheostomy, blood gas analysis, length of stay ICU, mortality

Kata Kunci : cedera kepala berat, kraniotomi, ultra early trakeostomi, AGD, lama rawat ICU, mortalitas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.